Timika (ANTARA) - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berkomitmen penuh untuk terus menjaga situasi kondusif di Tanah Papua melalui sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan lainnya serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto di Timika, Sabtu, mengatakan dukungan penuh dari masyarakat Papua sangat diperlukan dalam upaya menciptakan situasi dan kondisi Papua yang aman, damai dan kondusif.

"Kami menegaskan bahwa setiap operasi tetap mengedepankan aspek proporsionalitas dan perlindungan fasilitas publik," kata Letjen Lucky Avianto.

Menurut Pangkogabwilhan III, situasi Papua yang damai dan kondusif sangat dibutuhkan agar pembangunan daerah bisa berjalan maksimal dan warga bisa menjalankan aktivitas tanpa rasa takut.

"Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus melaju tanpa gangguan," ujarnya.

Pangkogabwilan III mengimbau seluruh masyarakat setempat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita bohong (hoax).

"Mari kita rapatkan barisan, jaga persatuan, dan bahu-membahu mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam pelukan ibu pertiwi," ajak Letjen Lucky Avianto.
 

Berbagai barang bukti kejahatan seperti senjata api, amunisi, senjata tajam dan alat komunikasi yang disita prajurit TNI dari tangan kelompok TPNPB-OPM diperlihatkan saat Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto bersama jajaran menggelar konferensi pers di Timika, Jumat (9/5/2026). ANTARA/Istimewah


Tantangan

Dalam kesempatan itu, Pangkogabwilhan III menyebut sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, tantangan yang dihadapi jajaran TNI dalam mengamankan Papua cukup berat, di mana terjadi eskalasi kekerasan oleh kelompok separatis TPNPB-OPM di beberapa titik.

Menghadapi situasi itu, katanya, prajurit TNI merespons dengan cepat, taktis, dan profesional.

Dalam situasi mendesak, kata Pangkogabwilhan III, prajurit TNI selalu memegang teguh prinsip yaitu keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

"Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar. Setiap langkah kami berlandaskan pada Rules of Engagement (ROE) yang ketat, memastikan bahwa tindakan tegas tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia (HAM), serta etika kemanusiaan," ujarnya.

Selama periode Januari hingga awal Mei 2026, prajurit TNI telah mengamankan dan menyita puluhan pucuk senjata api, ratusan butir amunisi, serta beragam senjata tajam dari tangan kelompok TPNPB-OPM.

Selain senjata, TNI juga mengamankan berbagai alat komunikasi, alat intai, mata uang rupiah, serta simbol separatisme Bendera Bintang Kejora sebagai barang bukti tindak kejahatan terhadap kedaulatan negara.

Melalui operasi yang terukur dan berbasis data intelijen akurat, TNI juga berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh sentral TPNPB-OPM yang selama ini menjadi otak teror di Papua.

Mereka terdiri dari:
1. Yesias Mate selaku Danlog Kodap IV Soraya.
2. Army Kogoya selaku Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama
3. Bilip Kobak selaku Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo
4. Dinus Tigau selaku Danki Tanah Merah
5. Manuel Yohanes Aimau selaku Wadan Ops Kodap IV/Soraya
6. Hurbianus Murip selaku Ka Keu Kodap III/D Dulla
7. Alfon Sorry selaku Wadan Ops Kodap IV/Soraya
8. Jeki Murib selaku Danwil Kodap XVII/Ilaga. Terhadap yang bersangkutan dilakukan tindakan tegas karena melakukan serangan balik brutal terhadap personel TNI di Desa Pinapa.
9. Lau Gwijangge selaku Danwil Mugie
10. Ket Gwijangge selaku Danops Yon Mugi
11. Peltu Usmabul selaku Wadanops Mugi
12. Serlu Wonimbo
13. Tiga anggota TPNPB-OPM di di Wilayah Paniai

Pangkogabwilhan III juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya bagi para prajurit TNI yang menjadi korban akibat serangan TPNPB-OPM.

"Pengorbanan mereka adalah bukti nyata cinta tanpa batas kepada NKRI," kata Letjen Lucky Avianto.
 



Pewarta: Ernus
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026