Sorong (ANTARA) - Wali Kota Sorong Septinus Lobat memastikan program sekolah gratis yang telah diterapkan pada tahun sebelumnya masih akan terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah itu.

"Program ini masih akan terus berlanjut dengan pola yang sama sebelumnya," kata dia di Sorong, Senin.

Dia mengatakan sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan daerah dan bangsa.

“Tidak ada tawar-menawar. Pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini mengalami keterbatasan akibat kebijakan efisiensi,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Tanah Papua.

Sebelumnya, program sekolah gratis yang dicanangkan Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama Wakil Wali Kota Anshar Karim telah menjangkau 50.369 siswa dari 274 sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA/SMK.

Dalam rangka mendukung keberlanjutan program sekolah gratis itu, Pemerintah Kota Sorong telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung program sekolah gratis bagi seluruh jenjang pendidikan pada tahun 2026.

Menurut dia, anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai program sekolah gratis mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK).

“Untuk enam bulan pertama kami anggarkan Rp31 miliar, kemudian enam bulan berikutnya Rp31 miliar lagi, sehingga total satu tahun Rp62 miliar untuk sekolah gratis,” katanya.

Ia menegaskan program sekolah gratis akan terus dijalankan karena pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Menurut dia, investasi di bidang pendidikan jauh lebih penting karena dapat membentuk kesadaran dan kualitas masyarakat di masa mendatang.

“Kalau kita hanya membangun fisik tetapi sumber daya manusianya tidak dibangun, suatu saat pembangunan itu bisa dirusak karena orangnya belum sadar. Karena itu yang dibangun pertama adalah manusianya,” ujarnya.

Septinus mengatakan program sekolah gratis menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Sorong dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026