Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat untuk memberikan edukasi kepada pelajar terkait bahaya penyalahgunaan narkotika sebagai langkah pencegahan sejak dini di kalangan generasi muda.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sorong Rudy Laku di Sorong, Senin, mengatakan peredaran narkotika kini telah menyasar kalangan pelajar sehingga pemerintah daerah harus mengambil langkah pencegahan secara serius dan berkelanjutan.

“Pemkot Sorong melihat persoalan narkoba ini sudah masuk sampai ke pelajar. Tidak ada cara lain, selain melakukan pencegahan supaya peredarannya tidak semakin luas di kalangan generasi muda,” katanya.

Menurut Rudy, upaya pencegahan penting dilakukan untuk menyiapkan generasi muda Papua yang sehat dan berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan pemerintah daerah terus memperkuat program sosialisasi dan edukasi kepada pelajar agar memiliki pemahaman tentang bahaya narkotika, dampak yang ditimbulkan, hingga cara menghindari penyalahgunaannya.

“Kami ingin generasi muda memiliki pengetahuan agar tidak menyentuh dan tidak bersinggungan dengan narkoba. Sebab ketika seseorang sudah terjerumus, sangat sulit untuk keluar dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Rudy menambahkan edukasi tersebut tidak hanya sebatas memberikan informasi mengenai jenis-jenis narkotika, tetapi juga membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan pergaulan dan masa depan mereka.

Sementara itu Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Barat Stanly Nixon Taghupia mengatakan penyuluhan yang diberikan lebih menitikberatkan pada penyamaan persepsi dan membangun paradigma pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Menurut dia, tingginya angka penyalahgunaan narkotika tidak hanya disebabkan kurangnya pengetahuan, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor sosial dan keluarga.

“Persoalan seperti hubungan keluarga yang tidak harmonis, komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak berjalan baik, hingga pola asuh yang kurang tepat, sering menjadi pemicu penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Ia menilai pendekatan pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat ketahanan keluarga dan membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Berdasarkan temuan di lapangan, kata Stanly, mayoritas penyalahguna narkotika didominasi kalangan remaja tingkat SMP dan SMA dengan persentase mencapai lebih dari 60 persen.

“Karena itu perhatian utama kami sekarang adalah kalangan remaja. Kami ingin mencari akar persoalannya sehingga pencegahan yang dilakukan tidak hanya berhenti pada sosialisasi pengetahuan semata,” ujarnya.

BNNP Papua Barat bersama Pemkot Sorong, lanjut dia, akan terus memperkuat kolaborasi melalui kegiatan edukasi, penyuluhan, dan penguatan kegiatan positif bagi pelajar guna menekan angka penyalahgunaan narkotika di daerah tersebut.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026