Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membentuk klinik ekspor sebagai komitmen mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah itu agar dapat mengembangkan usahanya menembus pasar internasional.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Kamis, mengatakan UMKM saat ini sudah menjadi salah satu tonggak besar dalam pertumbuhan ekonomi di Mimika.
"Klinik ini bukan bangun gedung, ini hanya satu wadah yang dibentuk untuk mendukung UMKM. Saya coba rapat di internal dulu untuk membicarakan hal ini," ujarnya.
Pembentukan klinik ekspor, Pemerintah Mimika dapat berkolaborasi dengan berbagai instansi baik itu di lingkup Pemkab, lembaga, dan juga organisasi yang bergerak di bidang perdagangan.
Kabupaten Mimika memiliki komoditas di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan yang memilik kualitas ekspor.
"Ada komoditas kita yang bisa di ekspor dan kita mampu melakukan itu. Cuma saat ini belum kita tata dengan serius dan itu akan menjadi tugas kami pemerintah untuk menata nya,” ujarnya.
Salah satu komoditas di bidang perikanan yang saat ini telah berhasil di ekspor ke berapa negara adalah kepiting bakau (karaka).
Bukan hanya itu komoditas perikanan lainnya seperti udang, ikan makarel dan ikan kakap putih juga memiliki kualitas ekspor yang bisa dipasarkan.
"Kami punya udang sangat banyak, ikan kakap putih juga banyak. Sekarang ini kita lagi berusaha mencari pasarannya," ujarnya.
Data Bea Cukai Timika menyebutkan bahwa total devisa ekspor Sumber Daya Alam (SDA) 2025 melalui Timika mencapai Rp1,29 miliar dan volume ekspor mencapai 21,5 ton.
Pada 2026 ini nilai devisa ekspor SDA sampai Mei telah mencapai Rp1,05 miliar dengan total volume ekspor mencapai 19,24 ton.
"Tahun lalu kita mengirim 21 ton karaka keluar negeri sementara tahun ini sampai di bulan Mei ini sudah 19 ton," ujarnya.
Pemerintah Mimika berkomitmen untuk terus menata dan mendorong UMKM Mimika untuk terus mengembangkan usaha hingga menembus pasar internasional.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.