Raja Ampat (ANTARA) - Yayasan Kamtabai Raja Ampat bekerja sama dengan Reefguardian menyalurkan bantuan perlengkapan bagi pengelola homestay dan pemandu wisata di Kampung Waifoi, Kabupaten Raja Ampat, untuk mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat adat.
Pimpinan Yayasan Kamtabai Kesya Bara di Raja Ampat, Sabtu, mengatakan bantuan tersebut bagian dari upaya untuk ikut terlibat aktif dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Bantuan tersebut disalurkan kepada tujuh orang yang terdiri atas empat pemilik homestay dan tiga pemandu wisata lokal," katanya menjelaskan.
Dia mengakui bahwa Kampung Waifoi selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Raja Ampat yang menawarkan panorama hutan tropis, burung endemik Papua, wisata trekking, serta kekayaan budaya lokal.
Potensi itu, kata dia, perlu mendapatkan perhatian dari melalui dukungan konkret melalui bantuan kepada masyarakat untuk bisa membangun potensi daerah secara baik dan maksimal dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga.
"Harapan kita adalah ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat pengelolaan wisata berbasis komunitas di Kampung Waifoi sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa merusak kelestarian alam," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Adat Kampung Waifoi Werner Nook menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kamtabai Raja Ampat atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Kamtabai Raja Ampat yang telah memberi bantuan kepada kami, pengelola homestay dan pemandu wisata di Kampung Waifoi,” katanya.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan berupa mantel hujan, kelambu, teropong, sepatu trekking, dan tongkat jalan guna menunjang aktivitas wisata alam di kawasan tersebut.
Menurut Werner, dukungan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini berupaya mengembangkan usaha wisata secara mandiri dengan fasilitas terbatas.
Ia mengatakan pengembangan homestay di Kampung Waifoi mulai dilakukan secara swadaya sejak 2017 bersama masyarakat adat setempat untuk menerima wisatawan yang datang menikmati kawasan Teluk Mayalibit.
“Awalnya kami membangun beberapa homestay sederhana secara swadaya. Dari situ muncul gagasan untuk membentuk perkumpulan homestay agar masyarakat bisa berkembang bersama dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas,” ujar dia.
Seiring perkembangan wisata, kata dia, gerakan masyarakat adat Kampung Waifoi kemudian mendapat perhatian dari Yayasan Kamtabai Raja Ampat dan Reefguardian yang turut memberikan dukungan bagi pengembangan usaha wisata lokal.
Werner menilai keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan wisata menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian kawasan Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.
"Selain membantu meningkatkan usaha homestay dan jasa pemandu wisata, dukungan tersebut juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kawasan hutan dan ekosistem di sekitar Teluk Mayalibit," ujar dia.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.