Wamena (ANTARA) - Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyerahkan bantuan Rp1 miliar bagi pengungsi korban perang antarsuku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

“Bantuan ini kami serahkan bagi pengungsi di Polres Jayawijaya supaya kebutuhan makan minumnya tercukupi,” katanya usai meninjau pengungsi korban perang antarsuku di Wamena, Sabtu.

Sebelumnya Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyerahkan bantuan selimut dan kasur sebanyak 340 bagi pengungsi perang antarsuku di Polres Jayawijaya, Gereja Katolik dan Kodim Jayawijaya.

Menurut dia, situasi saat ini di Kota Wamena sudah berangsur kondusif sehingga aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan normal.

"Situasi sudah kondusif, maka satu dua hari ke depan pengungsi di Polres Jayawijaya dan di beberapa tempat lainnya akan dipulangkan,” ujarnya.

Dia meminta kepada aparat kepolisian dan TNI untuk dapat merawat dan menjaga para pengungsi perang antarsuku di Wamena ini dengan baik sampai mereka pulang ke rumah masing-masing.

“Kami sudah minta tolong kepada aparat untuk merawat dan menjaga serta memeriksakan kesehatan para pengungsi dengan baik sampai mereka pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Dia menambahkan tenaga medis dibantu dengan aparat keamanan telah membantu penanganan korban perang antarsuku yang tidak sempat ke mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena.

“Kami sudah kirim tenaga medis dengan dibantu aparat keamanan ke beberapa lokasi yang masyarakatnya menjadi korban perang antarsuku supaya mendapatkan perawatan kesehatan yang baik,” ujarnya.

Pengungsi perang antarsuku di Polres Jayawijaya 609 orang, Gereja Katolik 50 orang, Kodim 1702 Jayawijaya 60 orang, kediaman Wakapolres Jayawijaya 20 orang.
 



Pewarta: Yudhi Efendi
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026