Nabire (ANTARA) - Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menyebut keberadaan pabrik pakan ternak di Kabupaten Nabire mampu menjadi penopang ekonomi bagi petani jagung dan peternak di daerah tersebut.
“Pabrik pakan ternak ini harus mendapat dukungan karena sangat bermanfaat bagi peternak, petani, sekaligus membantu menyerap lapangan kerja masyarakat,” kata Rontini saat meninjau pabrik pakan ternak milik CV Pudidi di Distrik Nabire Barat, Minggu.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Kapolsek Nabire Barat Adam Mahardika Siagian dan berbincang langsung dengan pemilik pabrik, Osea Petege.
Ia menjelaskan, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 3 hingga 4 ton pakan per hari atau mencapai 120 ton per bulan, dengan memproduksi pakan untuk ayam, babi, dan sapi.
Menurutnya, keberadaan pabrik pakan lokal itu memberikan dampak positif karena bahan baku utama berupa jagung diperoleh langsung dari petani lokal di sejumlah wilayah di Nabire seperti Lagari, Wanggar, SPA, dan SPC.
Selain membantu menyerap hasil produksi petani, kata dia, harga pakan yang dihasilkan juga lebih terjangkau dibandingkan produk dari luar Papua dengan kualitas yang tidak kalah baik.
Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pabrik tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak di daerah itu.
“Tentu ini akan kita dukung. Kami akan berkomunikasi dengan instansi terkait agar pabrik ini bisa berkontribusi maksimal terhadap kebutuhan peternak dan juga petani jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Papua Tengah.
Sementara itu, Direktur CV Pudidi Osea Petege mengatakan, pihaknya saat ini memiliki dua mesin produksi dengan kapasitas hingga 120 ton per mesin per bulan, namun produksi masih terbatas sekitar 2 hingga 3 ton per minggu karena permintaan yang belum tinggi.
“Untuk saat ini permintaan masih terbatas, mungkin karena pabrik ini masih baru dan belum banyak sosialisasi. Kami berharap ke depan bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak di Nabire,” katanya.
Ia menambahkan, harga pakan yang diproduksi berkisar Rp450.000 hingga Rp480.000/karung 50 kg dengan kandungan protein sekitar 19-20 persen, serta lebih segar dibandingkan produk dari luar daerah.
Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan peternak, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani jagung dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.