Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memfasilitasi 250 pelajar orang asli Papua (OAP) untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan melalui program bimbingan belajar (bimbel) dan pendampingan terintegrasi.
Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah Denci Meri Nawipa di Nabire, Senin, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya membuka akses dan memperluas pemahaman pelajar terkait pilihan sekolah kedinasan di berbagai kementerian.
“Selama ini masyarakat hanya mengenal IPDN sebagai sekolah kedinasan, padahal ada banyak sekolah kedinasan lain di kementerian berbeda,” ujarnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian yang memiliki sekolah kedinasan, yakni Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Statistika STIS, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Menurut dia, dukungan yang diberikan pemerintah daerah tidak hanya sebatas informasi, tetapi juga pembekalan teknis agar pelajar lebih siap menghadapi seleksi berbasis computer assisted test (CAT).
Pemprov Papua Tengah, memfasilitasi para pelajar untuk mengikuti bimbel selama satu bulan di Jayapura, termasuk simulasi tes CAT guna meningkatkan kesiapan peserta.
“Seluruh kebutuhan mulai dari pemeriksaan kesehatan, tiket perjalanan, hingga biaya bimbel ditanggung oleh pemerintah provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, pelajar yang difasilitasi berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah dengan jumlah rata-rata sekitar 32 orang per kabupaten.
Pelajar-pelajar tersebut adalah lulusan SMA/SMK tahun 2024 sampai 2026 atau dengan rentan umur dari 18 sampai 21 tahun.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta diwajibkan menjalani tes kesehatan guna memastikan kondisi fisik yang prima selama mengikuti program pembinaan.
Denci menegaskan, program ini merupakan salah satu prioritas Gubernur Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi OAP agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ke depan kami berharap pelajar OAP memiliki wawasan lebih luas dan tidak hanya terpaku pada satu sekolah kedinasan saja,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pelajar yang dinyatakan lulus seleksi akan tetap mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk fasilitas tempat tinggal apabila sekolah kedinasan yang dituju tidak menyediakan asrama.
“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi Papua Tengah yang unggul dan siap mengabdi melalui jalur kedinasan,” kata dia.
Ia berharap, pelajar yang lulus sekolah kedinasan dapat mendapat ilmu dan kembali mengabdi di Provinsi Papua Tengah.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.