Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire menghadirkan inovasi digital melalui Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Terintegrasi Hebat (Simagai Hebat) untuk membenahi tata kelola aparatur sipil negara (ASN) secara lebih transparan dan akuntabel.

Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Selasa, mengatakan aplikasi tersebut merupakan wujud reformasi birokrasi berbasis digital yang terintegrasi dengan sistem nasional.

“Aplikasi ini menjadi platform utama dalam pengelolaan data ASN, mulai dari mutasi, kenaikan pangkat, pensiun hingga pemutakhiran data secara real-time,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan Simagai Hebat menjadi langkah strategis untuk memperbaiki manajemen ASN di Nabire yang saat ini masih berada di peringkat 32 dari 33 pemerintah daerah di wilayah kerja Badan Kepegawaian Negara Regional IX Papua.

Ia menargetkan peringkat tersebut dapat meningkat secara signifikan melalui penataan sistem kepegawaian yang lebih tertib dan berbasis teknologi.

“Dari sekitar 6.000 ASN di Nabire, baru sekitar 4.000 yang terdata. Ini yang terus kami kejar agar tata kelola ASN semakin baik,” katanya.

Ia juga menyoroti besarnya belanja pegawai yang mencapai sekitar 80 persen dari total APBD Nabire 2026 sebesar Rp1,3 triliun, sehingga penataan ASN menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menegaskan pentingnya disiplin, loyalitas, dan integritas ASN dalam meningkatkan kinerja birokrasi.

“ASN harus patuh pada aturan, tidak boleh ada kepentingan lain di luar ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, Simagai Hebat dilengkapi sistem pengawasan, termasuk pemetaan masa pensiun ASN serta teknologi pemindai sidik jari guna mencegah penyalahgunaan data.

“Melalui sistem ini, ASN yang mendekati masa pensiun dapat terdeteksi, termasuk potensi penyalahgunaan data bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Pemkab Nabire optimistis inovasi tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mewujudkan birokrasi yang profesional dan modern.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026