Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah membentuk tiga Pos Pemadam Kebakaran yang tersebar di beberapa wilayah strategis di guna mendukung pelayanan yang optimal kepada masyarakat terutama saat terjadi musibah kebakaran.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Sabtu, mengakui bahwa pelayanan damkar di Mimika saat terjadi musibah kebakaran belum optimal karena belum memiliki pos damkar di beberapa wilayah yang jauh dari pos pemadam kebakaran.
"Kemarin ketika terjadi kebakaran gereja Katolik di Kampung Pomako, jarak pos damkar ke lokasi kebakaran itu jauh sekali. Kami harus bangun satu pos damkar di wilayah itu sehingga bisa menangani dengan cepat saat terjadi musibah kebakaran," ujarnya.
Ia mengatakan ada tiga titik yang direncanakan akan dibangun pos pemadam kebakaran itu yakni satu titik di Distrik Wania untuk melayani masyarakat Wania dan sekitar, satu titik di wilayah di Distrik Mimika Timur untuk melayani masyarakat Mapurujaya hingga Pomako, dan satu titik di Distrik Iwaka untuk melayani wilayah Iwaka dan sekitarnya.
"Jadi bukan hanya bangun pos-nya saja tetapi juga dengan rumah-rumah pegawai dan mereka tinggal di sana sehingga ketika terjadi kebakaran mereka langsung bergerak dari pos menuju ke lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman," kata Johannes.
Ia mendorong agar ketiga pos yang telah direncanakan ini segara dibangun di tahun 2027.
"Sekarang ini kami melakukan survei lokasi untuk pembangunan pos-pos itu tetapi perencanaannya sudah kita buat. Karena tidak bisa damkar hanya dipusatkan di satu titik saja," ujarnya.
Ia mengingatkan kepada Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika agar para personel yang saat ini ditempatkan di pos pemadam kebakaran agar selalu siap dan siaga sehingga ketika terjadi peristiwa kebakaran dapat bergerak dengan cepat dan melakukan upaya pertolongan secara optimal.
"Persoalan kita di sini, kadang-kadang saat terjadi kebakaran pegawainya tidak siaga, sekarang ini mereka sudah standby 24 jam tiga shift dan air selalu ada di dalam mobil. Pengalaman yang lalu saat mau jalan tiba-tiba air tidak ada. Jadi sekarang mereka selalu siaga di kantor, ini penting sekali karena kita lihat kebakaran terjadi di mana-mana," ujarnya.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.