Timika (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akan melaksanakan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi Mama-Mama Papua sebagai upaya meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka stunting di wilayah pesisir.

Kepala DP3AP2KB Mimika Johanna Arwam di Timika, Rabu, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas keluarga di bidang ekonomi melalui pemanfaatan pangan lokal yang memiliki nilai jual dan kandungan gizi tinggi.

“Pangan lokal seperti sagu, ikan, tambelo, dan umbi-umbian diolah bukan hanya untuk konsumsi keluarga tetapi juga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan pelatihan pengolahan pangan lokal akan dilaksanakan di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, dan Kampung Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh.

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan perjalanan laut menuju lokasi pelatihan.

“Kami lagi tunggu cuaca di laut. Kalau sudah tidak berombak maka kami akan turun ke sana melaksanakan pelatihan,” ujarnya.

Johanna mengatakan selain mendorong peningkatan pendapatan keluarga, pelatihan tersebut juga bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil guna menekan kasus stunting di kampung-kampung.

“Pangan lokal juga memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menekan stunting di kampung-kampung dengan pengolahan yang tepat dan bervariasi,” katanya.

Selain pelatihan pengolahan pangan lokal, DP3AP2KB Mimika juga terus berupaya meningkatkan ekonomi keluarga melalui bantuan kontainer gerai jualan bagi Mama-Mama Papua untuk mengembangkan usaha mikro.

Pada 2025, DP3AP2KB telah menyalurkan 11 unit kontainer gerai jualan kepada Mama-Mama Papua di sejumlah distrik dalam wilayah Kota Timika.

“Bulan depan kami akan turun melakukan evaluasi untuk melihat pemanfaatannya, apakah berdampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga atau tidak, serta mengetahui kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan berupa fasilitas gerai jualan, sedangkan modal usaha disiapkan secara mandiri oleh penerima bantuan karena terdapat organisasi perangkat daerah lain yang memiliki kewenangan dalam penyediaan modal usaha.

Pada 2026, DP3AP2KB Mimika kembali mengalokasikan bantuan sekitar 20 hingga 22 unit kontainer gerai jualan yang akan disalurkan kepada pelaku usaha, khususnya Mama-Mama Papua di wilayah Kota Timika dan sekitarnya.

“Tahun ini kurang lebih 20 sampai 22 kontainer gerai jualan. Untuk sementara masih diberikan di distrik dalam kota, sedangkan untuk wilayah pesisir masih dikaji sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026