Nabire (ANTARA) - Dinas Kesehatan Papua Tengah memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Kabupaten Paniai guna meningkatkan penanganan penyakit menular serta memperluas akses layanan kesehatan berkualitas hingga wilayah pegunungan dan distrik terpencil.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Papua Tengah Isak Waine dihubungi dari Nabire, Kamis, mengatakan penguatan kapasitas tenaga kesehatan dilakukan melalui kegiatan On the Job Training (OJT) yang difokuskan pada penanganan enam penyakit menular utama, yakni HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), malaria, kusta, filariasis, dan hepatitis.
"Kegiatan OJT ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung visi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan masyarakat Papua Tengah yang sehat, mandiri, dan sejahtera," katanya.
Ia menjelaskan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Juni 2026 tersebut, diikuti puluhan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di berbagai distrik di Kabupaten Paniai.
Peningkatan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan yang masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan.
Melalui penguatan program HIV/AIDS, TB, dan malaria, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang sesuai standar nasional sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik hingga tingkat kampung dan distrik.
Dinas Kesehatan Papua Tengah juga menggelar OJT program kusta, filariasis, dan hepatitis yang diikuti pengelola program dan petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Paniai.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan program, surveilans, pencatatan dan pelaporan, serta mendukung percepatan eliminasi penyakit kusta, filariasis, dan hepatitis.
"Kami berharap peserta dapat memahami kebijakan program, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memperkuat surveilans dan penemuan kasus di wilayah kerja masing-masing," ujarnya.
Ia menambahkan keberhasilan pengendalian penyakit menular membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, dan masyarakat, mulai dari upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pengobatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Beni Degei mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan Papua Tengah dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang terus dilakukan. Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Paniai," katanya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi, praktik pengisian format pelaporan, analisis capaian program, serta pembahasan berbagai tantangan yang dihadapi petugas kesehatan di lapangan.
Dinas Kesehatan Papua Tengah berharap penguatan kapasitas tenaga kesehatan tersebut dapat mendukung percepatan eliminasi filariasis, pengendalian kusta, serta pencegahan dan pengendalian hepatitis di Kabupaten Paniai dan wilayah Papua Tengah secara umum.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.