Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire terus mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian lokal guna mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Kamis, mengatakan program MBG tidak hanya berfungsi menyediakan gizi namun juga berfungsi meningkatkan perekonomian daerah, khususnya petani.
“Kami terus memberikan dukungan dan semangat kepada petani agar semakin giat menanam karena sekarang petani sudah ada pasar yang jelas yaitu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," katanya usai menghadiri panen raya tomat di Kampung Wiraska, Distrik Yaro, Nabire.
Ia mengatakan kehadirannya mengikuti panen raya tersebut sebagai upaya memperkuat kemitraan antara petani sekaligus menyerap aspirasi dari petani.
Keberadaan program MBG di Nabire, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian kampung melalui pemberdayaan petani lokal sebagai pemasok bahan pangan.
Ia menjelaskan petani kini tidak perlu khawatir memasarkan hasil panen karena dapur-dapur SPPG siap membeli produk pertanian dengan harga pasar yang wajar.
Oleh karena itu, BGN mendorong petani menjual hasil panen secara langsung kepada SPPG agar memperoleh keuntungan yang lebih baik dibandingkan menjual kepada tengkulak.
"Kami meminta petani tidak lagi menjual hasil pertanian kepada tengkulak atau rentenir yang menyebabkan harga turun sehingga petani tidak merasakan keuntungan secara maksimal," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini terdapat 14 dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Nabire dan siap menyerap berbagai hasil pertanian masyarakat.
Pihaknya juga meminta kelompok tani menyampaikan informasi jadwal panen setidaknya satu minggu sebelumnya agar distribusi pembelian hasil panen dapat diatur ke seluruh dapur SPPG di Nabire.
"Dengan begitu SPPG bisa langsung turun ke petani dan membeli hasil panen secara langsung," katanya.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari tingkat kampung.
Ia menegaskan meskipun BGN di tingkat pusat menghadapi berbagai dinamika, operasional BGN di daerah tetap berjalan normal sehingga program MBG dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus berlanjut.
Seorang perwakilan Yayasan Bina Tani Sejahtera Melan Pigai mengatakan BGN melalui program MBG dapat terus membeli hasil pertanian langsung dari petani sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketergantungan terhadap tengkulak dapat dikurangi.
"Kami berterima kasih kepada BGN yang telah hadir dalam panen raya ini dan berharap kerja sama untuk memajukan pertanian bersama masyarakat OAP maupun transmigran dapat terus berlanjut," katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.