Manokwari (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar melakukan pendampingan pembenahan tata kelola RSUD Manokwari, Papua Barat, sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo dr Anas Ahmad di Manokwari, Kamis, mengatakan proses pendampingan berlangsung kurang lebih satu tahun disertai dengan evaluasi berkala mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan.

"RSUP Wahidin diberi tugas khusus oleh Kementerian Kesehatan sebagai pengampu regional RSUD, termasuk RSUD Manokwari," kata Ahmad.

Menurut dia, ada sejumlah poin penting perbaikan yang perlu dilakukan dalam memperkuat kapasitas RSUD Manokwari, antara lain efektivitas layanan pasien, perbaikan tata kelola kepegawaian, operasional, dan perencanaan keuangan.

Tim Visitasi Pembinaan Tata Kelola RSUP Wahidin terlebih dahulu melakukan pengamatan langsung terhadap kesiapan penerapan sistem pelayanan, sehingga rekomendasi perbaikan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan RSUD Manokwari.

"Sistem manajemen rumah sakit yang dipakai RSUD Manokwari masih setengah manual, jadi ke depannya kami rekomendasikan agar sistem tersebut harus full," ujarnya selaku ketua tim.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyebut pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari Kementerian Kesehatan guna mewujudkan tata kelola RSUD yang semakin berkualitas dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat setempat.

Kehadiran Tim Visitasi Pembinaan Tata Kelola RSUP Wahidin Sudirohusodo berdampak positif terhadap upaya pemerintah daerah menjadikan RSUD Manokwari sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat dari enam kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Papua Barat.

"Kami mengakui kualitas layanan RSUD Manokwari belum maksimal, sehingga pemerintah daerah butuh dukungan dari kementerian dalam meningkatkan kualitas," ucap Hermus.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026