Sorong (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong jalur Otonomi Khusus (Otsus) memperjuangkan akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP) melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan meski belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Wakil Ketua III DPRK Kota Sorong, Robert Malaseme, di Sorong, Jumat, mengatakan upaya tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang diserap pihaknya dalam kegiatan reses bersama masyarakat.

“Selain pendidikan gratis bagi anak-anak OAP, kami juga memastikan pelayanan kesehatan bagi OAP tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.

Ia menjelaskan warga OAP yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan melalui program Jamkesda yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Kota Sorong.

Menurut dia, DPRK telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan pemerintah daerah agar masyarakat OAP yang belum terakomodasi dalam program JKN tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan pemerintah daerah agar masyarakat OAP yang belum tercover BPJS tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Jamkesda,” ujarnya.

Selain sektor kesehatan, kata Robert, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pendidikan, penyediaan air bersih, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jembatan, dan pemasangan lampu penerangan jalan.

Ia mengatakan DPRK terus mendorong pelaksanaan program pendidikan gratis bagi anak-anak OAP agar memperoleh akses pendidikan yang layak mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Menurut dia, persoalan air bersih juga menjadi perhatian karena sebagian warga masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk menggali sumur secara mandiri.

Robert menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran pemerintah daerah pada tahun mendatang.

Sementara itu, perwakilan masyarakat, Lukas Tiporop, berharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi OAP.

Ia menilai dukungan pendidikan yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua sekaligus membuka peluang yang lebih baik bagi generasi muda.

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan peningkatan akses pelayanan kesehatan, pembangunan jalan menuju permukiman warga, penyediaan jembatan, serta penerangan jalan yang memadai.

“Kami berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dan kesejahteraan warga semakin meningkat,” kata Lukas.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026