Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, mengoptimalkan Gerakan Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak (Berlian) guna meningkatkan cakupan imunisasi rutin lengkap yang hingga kini masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong Maria Choitimur di Sorong, Kamis, mengatakan Gerakan Berlian merupakan inisiatif bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program imunisasi.

"Upaya itu kita perkuat melalui Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Berlian dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi perempuan," jelasnya.

Menurut dia, pertemuan koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi di masing-masing wilayah agar target cakupan imunisasi rutin lengkap dapat tercapai.

"Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan Gerakan Berlian guna meningkatkan cakupan imunisasi rutin lengkap di Kota Sorong," ujarnya.

Dia mengatakan Pemkot Sorong telah menetapkan Peraturan Wali Kota Sorong Nomor 10 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Imunisasi yang mengatur peran pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, dalam mendukung pelaksanaan imunisasi.

"Ini sebagai bentuk regulasi bagaimana kita mengoptimalkan seluruh peran stakholder untuk mensukseskan imunisasi lengkap itu," ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Sorong, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada 2025 tercatat sebesar 57,6 persen dan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) sebesar 40,9 persen, masih jauh dari target nasional 95 persen.

Sementara hingga Mei 2026, cakupan IDL baru mencapai 23 persen dan IBL sebesar 21,4 persen, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi di daerah tersebut.

Sementara itu perwakilan UNICEF Tanah Papua Husni Muttaqin mengapresiasi pembentukan Pokja Berlian sebagai langkah strategis yang melibatkan berbagai sektor dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi anak.

Ia mengatakan Kota Sorong menjadi salah satu dari dua daerah di Tanah Papua yang telah memiliki kelompok kerja lintas sektor untuk mendukung program imunisasi, selain Kabupaten Manokwari.

"Mengingat mitra seperti ini baru ada dua di Papua, yakni di Manokwari dan di Kota Sorong. Imunisasi itu tidak bisa hanya dikerjakan oleh tenaga kesehatan saja," katanya.

Menurut Husni, tenaga kesehatan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi, penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Karena itu, keterlibatan berbagai sektor dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program imunisasi di daerah," ucapnya.

Ia menambahkan Gerakan Berlian yang telah diluncurkan sejak Juni 2025 diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu melahirkan aksi nyata dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak di Kota Sorong.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026