Manokwari (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya pada periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp247,78 miliar.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kemenkeu Papua Barat Guntur Supriyanto di Manokwari, Jumat, mengatakan penyaluran KUR menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro kecil dan menengah.
“KUR disalurkan kepada 3.888 debitur di Papua Barat maupun Papua Barat Daya,” ujar Guntur.
Menurut dia, penyaluran KUR masih terkonsentrasi pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan realisasi sebanyak Rp125,48 miliar, disusul sektor jasa kemasyarakatan Rp28,27 miliar, kemudian sektor pertanian dan perburuan Rp26,24 miliar.
Ada tiga skema dalam menyalurkan bantuan modal tersebut, yaitu skema KUR mikro yang mencapai Rp173,18 miliar dengan 3.461 debitur, skema KUR kecil sebanyak Rp73,50 miliar untuk 293 debitur, dan KUR super mikro Rp1,11 miliar kepada 134 debitur.
“Kurang lebih 50,64 persen KUR disalurkan kepada debitur sektor perdagangan,” katanya.
Untuk Papua Barat, kata dia, penyaluran KUR terbanyak di Manokwari senilai Rp53,33 miliar (812 debitur), Teluk Bintuni Rp24,96 miliar (311 debitur), Fakfak Rp18,04 miliar (407 debitur), Kaimana Rp16,05 miliar (247 debitur), Teluk Wondama Rp10,67 miliar (183 debitur), Manokwari Selatan Rp1,16 miliar (11 debitur), dan Pegunungan Arfak Rp0,20 miliar (dua debitur).
Sementara wilayah Papua Barat Daya, Kota Sorong menjadi daerah yang paling dominan mengakses KUR dengan realisasi Rp71,68 miliar (1.085 debitur), Sorong Selatan Rp23,07 miliar (319 debitur), Sorong Rp16,77 miliar (318 debitur), Raja Ampat Rp7,87 miliar (118 debitur), Tambrauw Rp2,26 miliar (47 debitur) dan Maybrat Rp1,73 miliar (28 debitur).
“Total penyaluran KUR untuk 1.971 debitur di wilayah Papua Barat sebanyak Rp124,21 miliar, sedangkan Papua Barat Daya mencapai Rp123,58 miliar untuk 1.917 debitur,” terang Guntur.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.