Nabire (ANTARA) - Polda Papua Tengah menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 guna menjamin seluruh proses rekrutmen berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari praktik kecurangan.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Papua Tengah Kombes Pol Felli Hermanto di Nabire, Senin, mengatakan penerapan prinsip BETAH merupakan bentuk komitmen institusi untuk menjaga integritas seleksi sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas.

"Seluruh tahapan penerimaan, baik Akpol, Bintara maupun Tamtama dilaksanakan secara terpadu dan murni melalui jalur reguler nasional tanpa adanya jalur khusus maupun titipan," katanya.

Ia mengatakan sebagai daerah otonom baru yang pertama kalinya melakukan proses rekrutmen anggota Polri secara mandiri, Polda Papua Tengah berkomitmen menjaga kredibilitas seluruh tahapan seleksi.

Ia menegaskan panitia tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk pelanggaran maupun permainan yang dapat mencederai proses seleksi.

"Kami selaku panitia pelaksana akan menjunjung tinggi prinsip BETAH. Kami tidak akan segan-segan menindak tegas apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau permainan dalam proses seleksi, termasuk jika dilakukan oleh panitia," ujarnya.

Dia meminta seluruh peserta seleksi harus percaya pada kemampuan diri sendiri dan mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi setiap tahapan ujian.

"Bagi anak-anak yang mendaftar, yakinkan diri dan percayalah pada kemampuan sendiri. Yang terpenting adalah niat, kerja keras, dan usaha maksimal dalam setiap tahapan seleksi," katanya.

Ia menjelaskan khusus penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya dilakukan melalui jalur reguler nasional sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan masing-masing.

Untuk seleksi Akpol, kata dia, peserta telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan tahap kedua dan selanjutnya akan mengikuti tes penelusuran mental kepribadian (PMK), pemeriksaan administrasi akhir, serta sidang penentuan akhir tingkat daerah yang dijadwalkan pada 26 Juni 2026.

"Peserta yang dinyatakan lulus nantinya mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol Semarang pada 3-27 Juli 2026," ujarnya.

Sementara itu, peserta seleksi Bintara dan Tamtama masih akan mengikuti sejumlah tahapan lanjutan, mulai dari pengumuman hasil pemeriksaan kesehatan tahap kedua, tes kesamaptaan jasmani, PMK, pemeriksaan administrasi akhir, supervisi Mabes Polri, hingga sidang penentuan akhir daerah yang dijadwalkan pada 3 Juli 2026.

Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan mulai 20 Juli 2026.

Felli mengatakan saat ini jumlah peserta yang masih bertahan dalam proses seleksi terdiri atas 58 calon Bintara dan tujuh calon Tamtama Brimob.

Adapun jumlah peserta Akpol yang akan dikirim mengikuti seleksi tingkat pusat masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Mabes Polri.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu karena seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau bersama.

"Penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dan hasil yang diraih peserta selama mengikuti tahapan seleksi. Karena itu jangan percaya kepada calo ataupun pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta," katanya.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026