Sorong (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya menyebutkan pelaksanaan Geology Festival (Geofest) 2026 menjadi salah satu syarat penting dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo di Sorong, Rabu, mengatakan Raja Ampat yang telah berstatus UNESCO Global Geopark memiliki kewajiban mengikuti berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan dalam jaringan geopark dunia.
"Geofest merupakan bagian dari festival internasional yang wajib diikuti oleh seluruh anggota UNESCO Global Geopark, termasuk Raja Ampat," jelasnya.
Kegiatan ini, kata dia, menjadi salah satu syarat menjelang proses validasi ulang yang akan dilakukan UNESCO pada Agustus mendatang.
Menurut Yusdi, revalidasi tersebut bertujuan menilai komitmen Raja Ampat dalam menjaga kelestarian lingkungan, warisan geologi, serta pengelolaan kawasan geopark secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan rangkaian Geofest 2026 terbagi dalam tiga agenda utama, yakni pre-event yang dilaksanakan di Raja Ampat sebagai tuan rumah pada 9 Juni 2026, main event yang akan berlangsung pada awal Juli 2026 di kawasan Geopark Danau Toba, Sumatera Utara, dan post-event yang dijadwalkan digelar di Malaysia.
Sejumlah delegasi geopark dari dalam dan luar negeri telah hadir di Raja Ampat untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Geopark Lenggong Malaysia, Geopark Danau Toba, Geopark Gunung Sewu, dan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.
"Mereka datang untuk mengikuti Geofest. Ini merupakan syarat yang harus dipenuhi sebelum memasuki proses validasi UNESCO pada Agustus mendatang," ujarnya.
Dia mengatakan, dalam kunjungan di Raja Ampat, para delegasi dijadwalkan mengunjungi Teluk Kabui guna melihat secara langsung kearifan lokal masyarakat dalam menjaga warisan geologi dan lingkungan alam.
Yusdi menjelaskan kawasan Teluk Kabui memiliki berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang menjadi bagian penting dari kekayaan Geopark Raja Ampat, seperti situs lukisan purba, makam keramat, hingga sejumlah objek wisata berbasis warisan geologi dan budaya.
"Kunjungan ini bertujuan memperlihatkan bagaimana hubungan masyarakat dari masa lalu hingga sekarang dalam menjaga alam dan warisan budaya yang ada di Raja Ampat," katanya.
Ia berharap rangkaian Geofest 2026 dapat memperkuat posisi Raja Ampat dalam mempertahankan status UNESCO Global Geopark sekaligus mempromosikan kekayaan geologi, budaya, dan pariwisata daerah kepada dunia internasional.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.