Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan kepala daerah se-Tanah Papua guna memperkuat pembangunan pertanian dan perkebunan, sekaligus mempercepat swasembada pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Timur Indonesia.

"Mimpi kita adalah pangan terpenuhi di Papua. Mau ubi, padi, sagu. Apa saja ini terpenuhi. Tidak perlu mengambil dari Pulau Sulawesi atau Pulau Jawa. Kenapa? Karena dia yang angkut ditanggung oleh masyarakat sana (Papua), sama juga Kalimantan, Maluku, NTT (Nusa Tenggara Timur), dan NTB (Nusa Tenggara Barat)," kata Mentan di Jakarta, Kamis.

Dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta itu Amran menegaskan pembangunan sektor pertanian di Papua menjadi bagian penting dari program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto secara berkelanjutan.

Menurut Amran, pemerintah berkomitmen membangun dari wilayah pinggiran agar seluruh daerah, termasuk Papua, dapat tumbuh bersama melalui penguatan produksi pangan, perkebunan, dan kesejahteraan petani setempat.

Ia menyebut pengembangan pertanian di Merauke terus menunjukkan kemajuan dengan realisasi pengelolaan sekitar 70.000 hektare lahan yang seluruhnya merupakan milik masyarakat setempat saat ini.

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa traktor, perbaikan irigasi, serta modernisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas lahan dan menekan kehilangan hasil panen yang selama ini terjadi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berbicara dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Harianto


Amran menilai penerapan teknologi pertanian modern menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja di Papua sekaligus mempercepat pengolahan lahan pertanian dalam skala luas.

Selain pengembangan sawah, pemerintah membuka ruang bagi setiap daerah di Papua untuk mengembangkan komoditas unggulan sesuai karakteristik wilayah dan budaya masyarakat masing-masing setempat.

Komoditas yang didorong antara lain kopi, kakao, kelapa, pala, ubi jalar, sagu, dan padi guna memperkuat kemandirian pangan serta meningkatkan nilai ekonomi daerah berkelanjutan.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,1 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi hampir Rp3 triliun pada 2026 khusus Papua.

Dalam konsolidasi itu, sejumlah kepala daerah menyampaikan kebutuhan pengembangan pertanian, mulai dari perluasan sawah, perkebunan kopi, kakao, kelapa, hingga dukungan sarana produksi pertanian.

Amran merespons langsung berbagai usulan daerah dengan menugaskan jajarannya menyiapkan tambahan bantuan sesuai kebutuhan lapangan agar program pertanian dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Ia menegaskan pembangunan pertanian di Papua diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan wilayah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal tanpa ketergantungan pasokan luar daerah.

"Kita bangun lumbung pangan di Pulau Papua, Pulau Kalimantan, di Sumatera. Jawa sudah selesai. Kita bangun lumbung pangan di Sulawesi sehingga semuanya bisa kita penuhi surplus pangan di wilayah masing-masing. Dan sekarang sudah berjalan," kata Amran.

Adapun konsolidasi yang dipimpin Menteri Pertanian dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Papua Selatan, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Penjabat Sekretaris Daerah Papua, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Pertemuan juga diikuti sejumlah kepala daerah, antara lain bupati dari Kabupaten Sarmi, Jayawijaya, Merauke, Fakfak, Jayapura, Dogiyai, Lanny Jaya, Sorong Selatan, dan Tolikara, serta Wali Kota Jayapura.

Selain itu hadir wakil bupati dari sejumlah daerah di Papua, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, serta kepala dinas pertanian provinsi se-Tanah Papua, termasuk unsur TNI yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan kumpulkan kepala daerah di Papua perkuat pertanian-perkebunan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026