Nabire (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire mengerahkan 268 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Nabire dan Dogiyai, Papua Tengah guna memperoleh gambaran utuh kondisi perekonomian daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Kepala BPS Nabire Dio Ginting di Nabire, Jumat, mengatakan sebanyak 156 petugas akan bertugas di Kabupaten Nabire yang terdiri atas 131 Petugas Pencacah Lapangan (PCL), 23 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), serta dua petugas khusus untuk pendataan usaha besar.

"Untuk Kabupaten Dogiyai terdapat 97 PCL dan 15 PML sehingga total petugas sensus ekonomi yang kami kerahkan di dua kabupaten mencapai 268 orang," katanya saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menjelaskan pendataan lapangan secara door to door akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan mendatangi setiap bangunan untuk mencatat karakteristik sosial ekonomi rumah tangga maupun aktivitas usaha yang ada.

Menurut dia, sensus ekonomi tahun ini merupakan sensus lengkap karena tidak hanya mendata usaha, tetapi juga mengumpulkan data karakteristik sosial ekonomi rumah tangga.

"Jika dalam satu bangunan terdapat rumah tangga dan usaha, maka keduanya akan didata. Kalau hanya ada usaha, kami data usahanya. Jika hanya rumah tangga tanpa usaha, tetap kami catat karakteristik sosial ekonominya," ujarnya.

Ia mengatakan sensus tersebut juga mencakup seluruh jenis usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, besar, sektor pertanian, maupun usaha berbasis digital seperti perdagangan daring dan konten kreator.

Pendataan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam penyusunan perubahan tahun dasar atau rebasing Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga seluruh sektor ekonomi perlu dicatat secara menyeluruh.

Ia menjelaskan sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dengan sensus terakhir dilakukan pada 2016. Saat itu jumlah usaha di Kabupaten Nabire tercatat sebanyak 13.082 unit.

"Melalui sensus ekonomi 2026 nanti kita bisa melihat perkembangan dunia usaha secara rinci dan memperoleh gambaran utuh perekonomian di Kabupaten Nabire dan Dogiyai pada akhir tahun ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire Mukayat mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang sangat penting dalam menyediakan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya.

Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan daya saing daerah.

"Melalui sensus ini pemerintah dapat memperoleh gambaran utuh mengenai jumlah usaha, karakteristik usaha, potensi ekonomi, penyebaran kegiatan ekonomi hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha," katanya.

Mukayat mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur agar menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan daerah.

"Pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang berkualitas. Karena itu kami berharap seluruh pihak mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026