Mimika, Papua Tengah (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyebutkan bahwa curah hujan yang tinggi di daerah itu menjadi salah satu alasan pemeliharaan jalan dilakukan dengan cara cor beton atau semen.

Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi di Timika, Selasa (16/6), mengatakan perbaikan jalan berlubang dengan cara dicor menggunakan semen dinilai lebih efektif di saat curah hujan di Mimika yang masih tinggi.

“Kami melakukan penanganan dengan semen karena ini musim hujan, kandungan air masih ada jadi kalau kami memakai aspal nanti tidak efektif karena aspal-nya pasti terangkat,” kata Yoga.

Pekerjaan perbaikan jalan tidak bisa ditunda karena itu bisa mengancam keselamatan warga pengguna jalan sehingga ketika ada laporan yang diterima maka Tim PUPR Mimika bergerak cepat untuk melakukan perbaikan.

“Kami tidak bisa menunggu sampai curah hujan berkurang dulu kami perbaiki karena itu bisa menyebabkan pengguna jalan bisa mengalami kecelakaan . Kenapa kami menggunakan semen agar cepat kering sehingga jalur tersebut dapat dilintasi oleh warga dengan aman,” ujarnya.

Saat melintas di jalan yang sudah diperbaiki pengguna kendaraan wajib memastikan jalan tersebut sudah kering dan bisa dilewati sebelum melintas di atasnya. Hal ini dilakukan agar jalan yang telah diperbaiki itu tidak mengalami kerusakan lagi.

“Masyarakat juga harus peduli, ketika kami tangani apa yang menjadi keluhan mereka maka mereka juga harus menjaga proses perbaikan yang sudah kami lakukan supaya dia tidak membahayakan orang lain,” ujarnya.

Selain curah hujan, anggaran biaya pemeliharaan jalan di Mimika pada 2026 juga kecil nilainya. PUPR Mimika harus memanfaatkan anggaran yang ada tersebut dipergunakan secara optimal.
Anggaran pemeliharaan jalan di Mimika yang ada di PUPR Mimika di 2026 senilai Rp400 juta.

“Jalan kita ini banyak lubangnya, aspal ini sekarang lagi mahal. Di Timika yang awal kita bisa dapat Rp1,9 juta per meter persegi sekarang sudah naik jadi Rp2,9 juta per meter persegi, kami punya anggaran pemeliharaan jalan juga terbatas, sehingga dengan anggaran yang ada kami mencoba memanfaatkannya se-optimal mungkin untuk melakukan perbaikan,” kata Yoga.



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026