Timika (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Mimika,Papua Tengah siap menjadi mitra strategis dalam mendukung Pemerintah Mimika mewujudkan kemandirian peternakan ayam pedaging (broiler) setempat.
Ketua Kadin Mimika Soter Potowapea di Timika, Minggu menyambut baik langkah pemerintah dalam mewujudkan rencana mendorong peningkatan produksi ayam pedaging lokal guna memenuhi kebutuhan warga setempat.
"Saat ini untuk memenuhi permintaan ayam pedaging di Mimika masih mengandalkan pasokan dari luar Mimika," ujarnya.
Ia menjelaskan, data dari Pemda setempat, kebutuhan ayam pedaging mencapai 750 ton per bulan, sementara jumlah produksi yang dihasilkan para peternak ayam di Mimika hanya mencapai 30 ton per bulan.
Menurut dia, salah satu alasan yang membuat harga ayam pedaging lokal Mimika lebih mahal dibandingkan dengan harga ayam dari luar karena harga pakan di wilayah itu sangat mahal. Kadin Mimika bekerja sama dengan pemerintah mendorong investor untuk melakukan investasi di Mimika khususnya di industri pakan ayam.
"Kadin siap hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, dan membangun ekosistem peternakan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari hasil produksi daerah sendiri," kata Soter.
Kadin Mimika mendorong lahirnya investasi pada sektor-sektor pendukung, seperti penyediaan bibit unggul, pabrik pakan, rumah potong unggas, fasilitas penyimpanan (cold storage), hingga sistem distribusi yang efisien agar rantai pasok dapat berjalan secara optimal.
Ia mengatakan Kadin akan berperan sebagai penghubung antara pemerintah, investor, lembaga keuangan, pelaku usaha, koperasi, dan peternak lokal guna menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan.
Pengembangan sektor peternakan juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Mimika.
Sebelumnya Bupati Mimika Johannes Rettob pada pelantikan Pengurus Kadin Mimika masa bakti 2026-2031 beberapa waktu yang lalu menyebutkan bahwa kebutuhan ayam pedaging masih dipasok dari daerah lain.
Ia menyebut salah satu alasan rendahnya produksi ayam pedaging oleh peternak di Mimika karena mahalnya harga jual pakan dimana pakan ayam pedaging kemasan 50 kilogram dijual dengan harga Rp505.000 hingga Rp525.000 sehingga peternak setempat kalah bersaing dengan peternak dari daerah lain.
Ia berharap pengurus Kadin Mimika dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendatangkan investor untuk membangun pabrik pakan ayam pedaging di Mimika guna mendorong peningkatan produksi di wilayahnya.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.