Manokwari (ANTARA) - Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan melayani Program Makan Bergizi Gratis daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Papua Barat telah mengantongi nomor virtual akun sebagai tahapan pencairan anggaran operasional.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa di Manokwari, Kamis, mengatakan penerbitan nomor virtual akun menjadi bagian dari proses administrasi yang harus dipenuhi sebelum setiap dapur SPPG mulai beroperasi melayani sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Nomor virtual akun sudah diterbitkan untuk 16 dapur SPPG wilayah 3T dari 24 dapur yang dilakukan penilaian beberapa waktu lalu," katanya.

Ia menjelaskan bahwa 16 dapur SPPG 3T tersebar di enam kabupaten, yakni Kabupaten Fakfak sebanyak lima dapur, Kabupaten Manokwari Selatan empat dapur, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Teluk Wondama masing-masing dua dapur, sedangkan Kabupaten Pegunungan Arfak satu dapur. 

Seluruh dapur tersebut diprioritaskan untuk memperluas cakupan pelaksanaan Program MBG di kawasan yang memiliki tingkat aksesibilitas lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan, sehingga penerima manfaat baik itu peserta didik maupun kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui dan balita) memperoleh layanan secara maksimal.

“Jumlah penerima manfaat MBG di wilayah kerja 16 SPPG itu sebanyak 7.177 orang yang terdiri dari peserta didik dan kelompok 3B,” kata Erika.

Selain memastikan kesiapan administrasi, kata dia, BGN juga terus melakukan pendampingan terhadap pengelola dapur SPPG agar seluruh persyaratan teknis, tata kelola operasional, keamanan pangan, hingga mekanisme penyaluran makanan kepada penerima manfaat dapat berjalan sesuai ketentuan.

BGN berkomitmen mempercepat perluasan layanan Program MBG di seluruh wilayah Papua Barat secara bertahap dengan tetap mengedepankan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan tata kelola anggaran agar pelaksanaan salah satu program strategis nasional berlangsung efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BKKBN agar kelompok 3B bisa terlayani dengan baik,” ucap Erika.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026