Manokwari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat melakukan uji coba aplikasi Papua Barat Sehat guna memastikan seluruh Orang Asli Papua (OAP) di provinsi tersebut memperoleh layanan kesehatan gratis atau tanpa pungutan biaya.
Kepala Dinkes Papua Barat Alwan Rimosan di Manokwari, Jumat, mengatakan aplikasi tersebut menjadi instrumen pendukung pelaksanaan Program Papua Barat Sehat, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas layanan bagi OAP.
“Melalui aplikasi ini pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi biaya bagi semua pasien OAP di Papua Barat,” kata Alwan.
Melalui aplikasi tersebut, kata dia, seluruh pelayanan pasien OAP akan dicatat secara real time sehingga dapat dipantau langsung oleh pemerintah provinsi, termasuk jumlah pasien dirawat, dirujuk, maupun fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan.
Sistem digital dimaksud juga dapat dipantau langsung oleh gubernur dan wakil gubernur serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim pengawasan guna memastikan pelaksanaan Program Papua Barat Sehat sesuai ketentuan.
“Setelah tahap uji coba, pemerintah provinsi terbitkan surat edaran mengenai penggunaan aplikasi melalui kebijakan gubernur serta sinergi dengan BPJS Kesehatan,” ucap Alwan.
Ia berharap implementasi aplikasi Papua Barat Sehat dapat memastikan masyarakat OAP memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan sepenuhnya bebas biaya di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Program itu merupakan komitmen pemerintah provinsi memastikan seluruh OAP di Papua Barat memperoleh layanan kesehatan tanpa terkendala biaya, sekaligus mengakomodasi sejumlah item layanan yang tidak ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
“Tujuannya mengatasi hambatan yang dihadapi pasien OAP, mulai dari biaya operasi, rawat inap, hingga kebutuhan obat, darah, dan layanan penunjang kesehatan lainnya,” ucap Alwan.
Selain pelayanan kuratif, aplikasi Papua Barat Sehat juga dirancang mendukung pelayanan promotif, preventif, dan rehabilitatif sehingga menjadi sistem yang terintegrasi dengan penyelenggaraan layanan kesehatan bagi OAP.
Pemerintah provinsi juga mengimbau agar semua rumah sakit harus memberikan solusi efektif apabila obat yang dibutuhkan pasien tidak tersedia, sehingga masyarakat tidak lagi dibebani untuk mencari obat ke berbagai apotek.
"Kalau bisa bukan mereka yang mencari obat, tetapi rumah sakit yang harus mencari solusi untuk kebutuhan pasien," ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.