Nabire (ANTARA) - Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas meminta Panglima TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi keamanan di wilayah pegunungan Papua menyusul tewasnya seorang ibu hamil dalam insiden kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Nabire, Senin, Mandenas menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang ibu yang sedang hamil tujuh bulan dalam insiden kontak tembak antara aparat TNI dan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7).
"Saya berharap ada evaluasi dari Panglima TNI terkait penempatan pasukan nonorganik yang tidak memberikan kenyamanan bagi warga sipil yang ada di Intan Jaya maupun di seluruh wilayah pegunungan Papua," katanya.
Menurut dia, sasaran operasi aparat keamanan adalah kelompok bersenjata sehingga warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, tidak boleh menjadi korban dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Target aparat memang TPNPB-OPM atau KKB. Tapi tidak boleh sampai menyasar warga sipil, apalagi terhadap perempuan dan anak-anak, termasuk ibu yang sedang mengandung," ujarnya.
Ia mengatakan, penanganan konflik di Papua harus mengedepankan profesionalisme agar tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil serta menjaga kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
Ia juga menilai rangkaian peristiwa yang menimbulkan korban sipil perlu menjadi bahan evaluasi bersama oleh Panglima TNI beserta kementerian dan lembaga terkait.
"Dengan rentetan peristiwa ini, kuncinya kita minta Panglima TNI dan kementerian/lembaga terkait melakukan evaluasi secara total sehingga kejadian semacam ini tidak terulang," katanya.
Selain itu, ia mengajak pemerintah daerah, DPR Papua Tengah, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan tokoh masyarakat menyampaikan data serta fakta mengenai situasi keamanan di Papua kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencari solusi atas persoalan keamanan di Papua sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil tetap menjadi prioritas.
Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan meninggalnya seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau bersama janin berusia 32 minggu di kandungannya telah menimbulkan duka mendalam bagi warga Intan Jaya.
Melkiana meninggal dunia di dalam honainya sendiri terkena luka tembak yang diduga dari peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Intan Jaya, pada Kamis (2/7) malam.
"Saya sebagai bupati sangat berduka cita. Mohon dukungan doa dari semua pihak karena masyarakat benar-benar merasakan dampaknya," katanya.
Ia mengatakan situasi keamanan di Intan Jaya saat ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan publik dan pendidikan.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.