Timika (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai tahun ini menjalankan program pemberdayaan perempuan gereja di delapan kabupaten sebagai salah satu program prioritas Gubernur Papua Tengah untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah Agustinus Bagau di Timika, Rabu, mengatakan program tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada perempuan gereja agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
"Pemberdayaan perempuan ini merupakan program prioritas Gubernur agar perempuan di gereja dapat berdaya melalui UMKM. Tujuannya memperkuat ekonomi keluarga melalui gereja," katanya.
Ia menjelaskan, pada Rabu (8/7), DP3AKB memberikan pelatihan kepada 80 perempuan gereja yang berasal dari Kabupaten Mimika, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
Sebelumnya, pada 1 Juli 2026, pelatihan serupa telah diikuti ratusan perempuan gereja dari Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai sehingga pembinaan kini telah menjangkau seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah.
Ia mengatakan, pembinaan kepada perempuan gereja dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun sehingga dapat menjangkau 1.600 gereja di Papua Tengah.
Dengan begitu maka perempuan gereja dapat memiliki kemampuan mengelola usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis gereja.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai manajemen usaha, pengelolaan keuangan, akses permodalan, pemasaran digital, hingga pengembangan dan pengemasan produk melalui sesi teori dan praktik.
Ketua Panitia Pelatihan Perempuan Gereja Salomina Gobay mengatakan kegiatan tersebut diikuti perempuan dari berbagai denominasi gereja sebagai upaya menyelaraskan program pemberdayaan perempuan di seluruh kabupaten.
Menurut dia, lokakarya tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan mengelola usaha, tetapi juga membangun jejaring antarpelaku UMKM sehingga produk yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
"DP3AKB Provinsi Papua Tengah berkomitmen terus mendampingi peserta hingga usaha yang dirintis dapat berjalan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga di Papua Tengah," katanya.
Ia menambahkan pemberdayaan perempuan gereja diharapkan melahirkan pelaku-pelaku UMKM baru yang mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat peran gereja dalam mendukung pembangunan masyarakat di Papua Tengah.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.