Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program Kampung Sehat di Kampung Ohotya, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kesehatan YPMAK Riana Wadibar di Timika,Minggu mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk memastikan program kesehatan yang dipercayakan kepada mitra berjalan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat.

"Kegiatan monev yang kami lakukan di Kampung Ohotya ini sebenarnya lebih ke kegiatan rutin yang dilakukan oleh YPMAK dalam rangka melakukan monitoring dan juga pengawasan terhadap program-program yang sudah dipercayakan kepada mitra untuk menjalankan program-program kesehatan,"ujarnya.

Ia menjelaskan, mitra pelaksana merupakan perpanjangan tangan YPMAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di kampung-kampung yang dinilai membutuhkan dukungan layanan.

Kegiatan monev juga bertujuan melihat sejauh mana pelaksanaan program di masyarakat, termasuk koordinasi dan kolaborasi antara pelaksana program dengan petugas puskesmas maupun mitra lainnya.

"Juga bagaimana koordinasi yang dilakukan lintas instansi, yaitu bagaimana kolaborasi dengan petugas puskesmas ataupun dengan mitra-mitra lain yang mungkin saja programnya beririsan dengan program YPMAK melalui Yayasan Ekologi Papua," terang Riana.

Riana mengapresiasi para pelaksana program yang bekerja di lapangan dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya sangat apresiasi atas kerja kerasnya, dan juga bagaimana mereka dengan pantang menyerah selalu berbuat yang terbaik untuk melayani masyarakat," jelas Riana.

Sementara itu, Sekretaris Kampung Ohotya Kristianus Irahewa mengatakan pelaksanaan program Kampung Sehat di wilayahnya berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Ia menilai, hubungan antara pelaksana program dan masyarakat juga berjalan baik karena terdapat kemauan untuk bekerja sama dalam mendukung pelayanan kepada warga.

Kristianus berharap sejumlah kebutuhan pendukung program dapat ditingkatkan, terutama peralatan dan makanan bagi para petugas.

"Macam peralatan, makanan, itu harus ditingkatkan lagi," ujarnya.

Selain itu, kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi para petugas. Menurut dia, pada awal pelaksanaan program, petugas sempat tinggal di rumah masyarakat yang belum dilengkapi fasilitas kamar mandi.

Saat ini, para petugas menggunakan Balai Kampung sebagai tempat tinggal karena memiliki fasilitas kamar mandi yang dinilai lebih memadai untuk menunjang aktivitas mereka.

Kristianus juga berharap fasilitas air dapat diperbaiki karena petugas masih mengandalkan air sumur yang memiliki rasa asin.

"Macam bak air itu mereka punya itu harus dibuatkan karena kasihan, mereka itu mau mandi itu biasanya pakai air sumur, baru dia itu asin," ungkap Kristianus.

Dia menyebut, Kampung Ohotya dihuni lebih dari 700 jiwa dengan jumlah kepala keluarga lebih dari 140 KK. Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai nelayan.

Monev tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program Kampung Sehat sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung bagi petugas maupun masyarakat dapat terus ditingkatkan.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: YPMAK evaluasi program Kampung Sehat di Kampung Ohotya

Pewarta: Rachmat J
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026