Timika (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah segera melaksanakan pengasapan di lingkungan tempat tinggal masyarakat guna mencegah penyebaran nyamuk malaria (Anopheles).
Bupati Johannes Rettob di Timika,Jumat, mengatakan pengasapan di lingkungan masyarakat penting dilakukan agar warga terhindar dari gigitan nyamuk Anopheles, di mana gigitan nyamuk itu menyebabkan seseorang terkena penyakit malaria.
"Sekarang ini nyamuk sangat banyak maka saya minta Dinas Kesehatan untuk secepatnya melaksanakan fogging (pengasapan) nyamuk di wilayah Mimika," ujarnya.
Masyarakat dapat menghubungi Dinas Kesehatan Mimika jika ingin dilakukan pengasapan lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kepala distrik/camat dapat menyampaikan kepada kelurahan dan kampung apabila dibutuhkan fongging maka pemerintah akan turun untuk melakukan fogging di titik-titik yang diminta," ujarnya.
Kepala Dinkes Mimika Godfried Maturbongs pada kesempatan sebelumnya, mengatakan pengasapan dan penyemprotan residu dalam ruangan atau indoor residual spraying (IRS) bagi masyarakat di Mimika dilakukan secara gratis.
"Pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Saya tegaskan bahwa fogging dan IRS itu tidak dibayar, itu gratis untuk warga Mimika," ujarnya.
Pengasapan dan IRS upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memutuskan mata rantai penyebaran penyakit malaria di wilayah itu.
Mimika salah satu daerah di tanah Papua yang memilik kasus penyakit malaria cukup tinggi. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Malaria Center Kabupaten Mimika mencatat sejak Januari hingga 13 Juli 2026 telah melakukan pemeriksaan malaria terhadap 693.591 orang dengan jumlah kasus positif malaria 86.747 kasus.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.