Nabire (ANTARA) - Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, memperkuat koordinasi keamanan penerbangan seiring meningkatnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang mencapai 30-40 penerbangan setiap hari.
Plt Kepala UPBU Kelas II Douw Aturure Nabire Alrido Simanjuntak di Nabire, Senin, mengatakan penguatan koordinasi dilakukan melalui Rapat Komite Keamanan Penerbangan yang digelar secara rutin tiga kali dalam setahun.
“Forum ini bertujuan menyamakan persepsi antara pengelola bandara dan seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah dan TNI-Polri mengenai program keamanan untuk mendukung keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Ia mengatakan, koordinasi semakin penting seiring terbentuknya sejumlah instansi baru yang menjadi mitra kerja bandara di Kabupaten Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, pemahaman mengenai aturan keamanan perlu terus disampaikan agar seluruh pihak yang beraktivitas di bandara memahami prosedur dan kewenangan masing-masing.
“Tujuannya supaya pemahaman tentang budaya keamanan tetap terjaga dan tersampaikan kepada semua mitra kerja,” katanya.
Ia mencontohkan, penanganan senjata api sebagai salah satu aspek yang perlu dipahami seluruh instansi. Pemegang senjata, termasuk yang mendampingi pejabat, harus mengikuti ketentuan yang berlaku ketika memasuki kawasan bandara.
Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan untuk mencegah persoalan dalam operasional bandara yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang maupun kelancaran penerbangan.
Bandara Douw Aturure Nabire pada 2026 melayani rata-rata sekitar 400 penumpang datang dan 430 penumpang berangkat setiap hari atau total 830 penumpang per hari.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang rata-rata mengalami pertambahan sekitar 100 penumpang per hari baik penumpang berangkat maupun penumpang datang.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang juga diikuti masuknya pesawat dengan kapasitas lebih besar serta meningkatnya pergerakan pesawat di bandara.
“Pergerakan pesawat setiap harinya itu 30 sampai 40 pergerakan, datang dan pergi,” katanya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga standar keamanan dan membangun komunikasi yang baik dalam mendukung keselamatan serta kelancaran pelayanan penerbangan di Nabire.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.