Aimas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menganggarkan sekitar Rp7 miliar untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), guna mendukung kebutuhan operasional satuan pendidikan sebagai mewujudkan pendidikan gratis di daerah itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa di Sorong, Selasa, mengatakan alokasi anggaran tersebut diberikan setiap tahun kepada sekolah-sekolah berdasarkan jumlah peserta didik.
"Pemerintah Kabupaten Sorong terus memberikan bantuan operasional kepada sekolah sebagai bagian dari mewujudkan visi dan misi Bupati Sorong, terutama program pendidikan gratis," katanya.
Selain BOSDA, kata dia, pemerintah daerah mendukung pendidikan melalui penyediaan bus sekolah dan seragam bagi peserta didik.
Menurut Andreas, program pendidikan gratis tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Nomor 8 Tahun 2017.
Ia menjelaskan BOSDA diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang berada dalam pembinaan Kementerian Pendidikan, termasuk sekolah swasta dan juga satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Sekolah swasta, lanjut dia, diperbolehkan memungut Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), namun besarannya harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan tidak memberatkan orang tua peserta didik.
Ia menjelaskan besaran BOSDA yang diterima setiap sekolah disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan kebutuhan operasional satuan pendidikan.
"Tahun ini kami masih menganggarkan sekitar Rp7 miliar. Tahun sebelumnya juga nilainya hampir sama dan anggaran itu dibagi kepada seluruh satuan pendidikan," katanya.
Ia menambahkan, nilai bantuan yang diterima sekolah berbeda-beda. Sekolah dengan jumlah peserta didik sedikit, khususnya di daerah pedalaman, dapat menerima bantuan sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung belanja operasional sekolah, termasuk kebutuhan alat tulis kantor dan kebutuhan dasar lainnya.
Menurut Andreas, jumlah bantuan yang diterima sekolah-sekolah di wilayah pedalaman juga harus dipahami dengan mempertimbangkan tingginya biaya mobilitas dan distribusi barang.
"Di beberapa wilayah, biaya perjalanan saja sudah sangat tinggi. Karena itu, dana operasional yang tersedia harus benar-benar dikelola untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah," ujarnya.
Dia berharap dukungan BOSDA tersebut dapat membantu satuan pendidikan menjalankan aktivitas pembelajaran dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah pedalaman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Sorong anggarkan Rp7 miliar untuk dukung operasional sekolah
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.