Aimas (ANTARA) - Pemerintah Kampung Seget, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2026 untuk merenovasi 20 rumah warga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kampung Seget Orgenes Kumuay di Sorong, Selasa, mengatakan Kampung Seget pada tahun 2026 menerima dana sebesar Rp745 juta yang terdiri atas dana desa Rp465 juta dan alokasi dana desa (ADD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp280 juta.

"Pemanfaatan dana desa yang paling besar kita arahkan untuk kesejahteraan masyarakat, terutama renovasi atap rumah warga. Untuk tahun anggaran 2026, ada 20 rumah yang disiapkan untuk direnovasi," kata Orgenes.



Ia mengatakan dari target 20 rumah tersebut, tiga rumah telah selesai direnovasi pada tahap pertama, sedangkan 17 rumah lainnya akan dikerjakan pada tahap berikutnya.

"Target renovasi 20 rumah itu dipastikan selesai pada tahun anggaran 2026," katanya.

Selain renovasi rumah, pihaknya juga mengalokasikan dana untuk mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita serta pembayaran honor kader.

"Honor kader kami bayarkan untuk 12 bulan. Setiap kader menerima Rp3,6 juta untuk satu tahun," ujarnya.

Pemerintah Kampung Seget juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 juta untuk program PMT selama satu tahun anggaran yang diperuntukkan bagi bayi dan balita melalui pelayanan posyandu.

Orgenes menjelaskan bahwa program renovasi rumah merupakan kegiatan berkelanjutan yang telah dilaksanakan sejak 2024 dengan menargetkan seluruh rumah warga yang membutuhkan perbaikan atap dapat tertangani secara bertahap.

Berdasarkan pendataan pemerintah kampung, terdapat sekitar 86 rumah di Kampung Seget yang menjadi sasaran program perbaikan secara keseluruhan.

"Tahun ini kami kerjakan 20 rumah. Setelah itu, kami lanjutkan pada tahun anggaran 2027. Targetnya seluruh rumah bisa selesai paling lambat tahun 2028," katanya.

Ia menjelaskan pada tahun anggaran 2025, Kampung Seget sebelumnya menerima alokasi anggaran lebih dari Rp1 miliar. Namun, anggaran tersebut mengalami pemangkasan di tengah tahun, sehingga dana yang dapat digunakan hanya sekitar Rp700 juta.

 



Kondisi tersebut, menurut dia, turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program yang telah direncanakan pemerintah kampung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap tidak ada pemangkasan anggaran yang terlalu besar, karena kebutuhan masyarakat sudah disusun berdasarkan rencana kegiatan dan anggaran. Kalau terjadi pemangkasan, kebutuhan masyarakat yang telah direncanakan bisa tidak tercapai," ujar Orgenes.

Sekretaris Kampung Seget Bastian Apner Rumbiak menambahkan pemerintah kampung terus mengoptimalkan setiap tahapan penggunaan anggaran untuk memastikan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat direalisasikan sesuai rencana.

Pemerintah Kampung Seget menargetkan seluruh program prioritas yang telah direncanakan dalam penggunaan dana desa tahun anggaran 2026 dapat diselesaikan sesuai tahapan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026