Manokwari (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Inspektur Jenderal Alfred Papare mengimbau seluruh elemen masyarakat di provinsi tersebut untuk tidak terprovokasi dengan isu berlabel ‘Black September’ atau September Hitam.

 

Kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi sebagai respon terhadap isu tersebut yang belakangan santer disebarluaskan melalui berbagai kanal media sosial (medsos).

 

“Saya mengimbau masyarakat di wilayah Papua Barat jangan terprovokasi dengan isu-isu yang dibawa sebagai agenda ‘Black September’. Kami akan tindak tegas kalau ada yang terprovokasi,” kata Alfred di Manokwari, Kamis.

 

Menurut dia ajakan untuk melakukan aksi demonstrasi berskala besar berasal dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Kepolisian telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda agar dapat mengantisipasi gerakan ‘Black September’ melalui aksi demonstrasi.

 

“Kita ketahui bersama bahwa Papua Barat ini daerah yang aman dan tenteram. Pengawasan akan kami tingkatkan untuk deteksi boncengan isu dalam setiap aksi unjuk rasa,” ujarnya.

 

Dia juga berpesan agar setiap aksi penyampaian aspirasi masyarakat harus memperoleh izin dari pihak kepolisian, dan wajib mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Hal ini mencerminkan kedewasaan masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam memelihara stabilitas keamanan Papua Barat yang kondusif, sehingga pelaksanaan program pembangunan berjalan lancar.

 

“Seperti beberapa hari lalu di Manokwari ada aksi pemalangan empat titik. Itu tidak boleh terjadi lagi. Saya tidak mentolerir karena menghambat aktivitas masyarakat,” tegas Kapolda.

 
Isu aksi 'Black September' sebelumnya juga menjadi perhatian Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo yang meminta jajaran kepolisian mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang diperkirakan terpusat pada 24 September 2026.

 
Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Tani Nasional serta peringatan peristiwa Semanggi II.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapolda Papua Barat imbau warga tak terprovokasi Black September


Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026