Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Airlangga (TEP Unair) memberikan pelatihan sekaligus pendampingan 40 kader posyandu di lima kampung, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dalam memproduksi 18 produk camilan sehat.
Ketua Tim 3 TEP Unair Muthmainnah di Manokwari, Rabu, mengatakan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dilakukan setelah proses asesmen rampung guna mengidentifikasi potensi lokal dan kebutuhan pemberdayaan masyarakat.
“Hasil asesmen menjadi dasar pelatihan serta pendampingan kepada kader posyandu yang tergabung dalam lima kelompok,” ujarnya.
Dia menyebut materi pelatihan bagi kader mencakup proses produksi camilan sehat yang memanfaatkan komoditas lokal, edukasi, promosi, pengemasan produk, pemberian tanda atau informasi produk, digital marketing, kebun gizi, dan lainnya.
Produk camilan sehat yang dihasilkan memiliki kandungan mutu konsisten, aman, beridentitas, dan dapat dipasarkan, seperti selai pisang, lemet singkong, keripik, risol mayo ubi ungi, stik labu kuning, sempol tuna, serta es krim ubi ungu.
“Jadi masing-masing kelompok punya produk yang dihasilkan. Sekarang target pemasaran masih tingkat lokal,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, pemerintah daerah (pemda) telah memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sedangkan sertifikat halal maupun izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih dalam proses.
Seluruh perizinan tersebut bertujuan mendukung perluasan target pemasaran produk pangan lokal dari wilayah Distrik Prafi, namun setiap kelompok wajib memiliki rumah produksi sebagai syarat penerbitan izin edar BPOM.
“Tujuan akhir dari pelatihan dan pendampingan, kemampuan kader meningkat, baik itu kemampuan memproduksi camilan sehat maupun pemasaran,” ujarnya.
Sesuai arahan Kementerian Transmigrasi (Kementrans), kata dia, pelaksanaan TEP tidak hanya berorientasi menghasilkan program serta produk tetapi artikel dan buku yang nantinya dipublikasi saat konferensi tingkat internasional.
“Nanti semua produk yang dihasilkan dari program TEP ini diseminasi ke level internasional,” ucap Muthmainnah.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.