Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mendorong Kelompok Kerja (Pokja) masyarakat dataran tinggi yang bermukim di Kelurahan Timika Jaya SP2 Jalur 1 hingga 5, Mimika, Papua Tengah agar mengembangkan program peningkatan ekonomi masyarakat berbasis kelompok pada 2026.
Kepala Divisi Program Sosial dan Ekonomi YPMAK Oktavianus Jangkup mengatakan pengembangan ekonomi menjadi salah satu fokus yang perlu didorong pengurus Pokja agar keberadaan program tersebut memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kami arahkan supaya teman-teman dari pengurus Pokja lama ini mereka bisa mengajukan suatu program yang namanya peningkatan ekonomi," kata Oktavianus usai kegiatan sosialisasi ulang Program Kampung (Pokja) Highland di Wilayah Kota Timika baru-baru ini.
Dia mengatakan program peningkatan ekonomi tersebut dapat disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masyarakat di kawasan SP2, mulai dari peternakan babi, berkebun hingga budidaya ikan.
Menurut dia, pendekatan berbasis kelompok penting agar kegiatan ekonomi yang dijalankan masyarakat tidak bersifat perorangan, tetapi dapat dikelola bersama dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Kemudian juga mungkin berkebun, kemudian juga ada mungkin di sini budi daya ikan," sebutnya.
Oktavianus menyebut masyarakat yang tinggal di kawasan SP2 Jalur 1 hingga Jalur 5 memiliki latar belakang yang beragam, antara lain Kamoro, Amungme, Damal dan masyarakat Tembagapura.
Keberagaman tersebut dinilai menjadi potensi dalam mengembangkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat.
Dia juga berharap pengurus Pokja dapat menyusun usulan kegiatan ekonomi yang realistis dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Selain pengembangan ekonomi, YPMAK juga meminta Pokja tetap menjalankan kegiatan sosial dan lingkungan, seperti pembersihan lingkungan.
"Kami menekankan juga bahwa teman-teman pengurus lama ini harus melakukan program-program yang bersifat seperti yang kemarin itu ada pembersihan, kemudian pembersihan lingkungan dan lain-lain," harapnya.
Dalam sosialisasi dan evaluasi tersebut, YPMAK juga membahas keberlanjutan kepengurusan Pokja SP2 Jalur 5. Dua kelompok masyarakat memiliki pandangan berbeda, yakni mempertahankan pengurus lama dan melakukan pemilihan ulang.
Karena belum ditemukan titik temu, YPMAK menetapkan pengurus lama melanjutkan program pada 2026. Sementara pemilihan ulang direncanakan dilakukan pada tahun berikutnya.
Oktavianus berharap pengurus yang melanjutkan tugas dapat memperbaiki pengelolaan program, termasuk dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), sehingga pelaksanaan kegiatan ekonomi maupun program lainnya dapat berjalan lebih baik.
"Maka kami buat supaya kita serahkan ke pengurus lama untuk melanjutkan. Nanti rencana untuk tahun berikut baru nanti akan pemilihan ulang seperti biasa," kata Oktavianus. (*/)
Pewarta: Rachmat J.Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.