Sorong (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sorong menyebut sebanyak 552 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Provinsi Papua Barat Daya dalam 10 hari terakhir, yang turut memengaruhi munculnya kabut asap di Kota Sorong.
Kepala BMKG DEO Sorong Ahmad Bisri di Sorong, Rabu, mengatakan ratusan hotspot tersebut terpantau melalui satelit dan sebagian besar terkonsentrasi di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Raja Ampat.
"Untuk 10 hari terakhir ini dari pantauan satelit terdapat 552 hotspot dan yang paling banyak terkonsentrasi di wilayah Sorong Selatan," katanya.
Ia menjelaskan, dari 552 hotspot sebanyak 275 titik terpantau di Kabupaten Sorong Selatan, 186 titik di Raja Ampat, 34 titik di Maybrat, 31 titik di Kabupaten Sorong, 20 titik di Tambrauw, dan enam titik di Kota Sorong.
Menurut Ahmad, sepanjang September 2026 jumlah hotspot yang terpantau di wilayah Papua Barat Daya mencapai sekitar 1.000 titik.
Banyaknya hotspot tersebut, kata dia, turut memengaruhi kondisi kabut asap di Kota Sorong. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh arah angin yang bertiup dari barat daya.
"Kita bisa melihat kondisi pagi ini berkabut di Kota Sorong. Pada siang hari kabutnya terangkat, namun sore hingga malam hari kabut akan kembali muncul," ujarnya.
Terkait kualitas udara, Ahmad mengatakan kondisi udara di Kota Sorong masih berada dalam kategori sedang dengan konsentrasi partikulat sekitar 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Papua Barat dan Papua Barat Daya, seperti Kabupaten Sorong Selatan, Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama, tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat 55,5 hingga 150,4 mikrogram per meter kubik.
"Kualitas udara di Kota Sorong tergolong sedang. Kalau di daerah lain seperti Sorong Selatan, Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama, kualitas udaranya tidak sehat," katanya.
Dia mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama ketika kabut asap kembali muncul pada sore hingga malam hari.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.