Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat pendidikan karakter melalui Mepa Boarding School sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Marthen Ukago di Nabire, Rabu, mengatakan keberadaan Mepa Boarding School menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan yayasan dalam mempersiapkan generasi Papua Tengah menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik,” katanya.
Ia mengatakan, pembentukan generasi berkualitas membutuhkan kerja sama antara yayasan, sekolah, guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat.
Guru memiliki peran penting dalam mendampingi peserta didik, sedangkan orang tua turut bertanggung jawab memberikan dukungan dan pendidikan di lingkungan keluarga.
“Belajarlah dengan tekun, hormati guru dan orang tua, bangun kedisiplinan, serta terus kembangkan potensi yang ada dalam diri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Honai Generasi Unggul Papua yang mengelola Mepa Boarding School Nehes Jon Fallo mengatakan gagasan pendirian sekolah tersebut berangkat dari pengalaman melihat kondisi pendidikan di sejumlah wilayah pegunungan Papua.
Ia menjelaskan konsep pendidikan MEPA merupakan singkatan dari Mentoring, Education, Prayer, dan Action yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
“Yang kami budayakan adalah pindah pikir. Full 24 jam ada pengganti fungsi orang tua. Mereka bukan hanya belajar tentang pelajaran di kelas, tetapi juga belajar bagaimana hidup,” ujarnya.
Selain pembelajaran akademik, Mepa Boarding School mengembangkan keterampilan praktis bagi siswa melalui program budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok dan hidroponik.
Program tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami berharap ketika mereka tamat SMA, mereka bukan hanya punya ijazah, tetapi juga punya keterampilan,” katanya.
Ia mengatakan, yayasan juga menyiapkan pengembangan sistem pendidikan Mepa secara bertahap mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Untuk jenjang perguruan tinggi, sejumlah program studi sedang dipersiapkan, di antaranya Pendidikan Agama Kristen dan Informatika.
Dalam pengembangan jangka panjang, yayasan menyiapkan kawasan pendidikan terpadu di atas lahan sekitar delapan hektare dengan pengembangan bertahap yang salah satunya ditargetkan mulai 2028.
Nehes berharap dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua terus diperluas di delapan kabupaten di Papua Tengah sehingga mereka memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.