Manokwari (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat mengusulkan penambahan anggaran sebanyak Rp4 miliar melalui perubahan APBD 2026 untuk memenuhi kebutuhan Program Papua Cerdas bagi siswa jenjang SMA dan SMK.
Kepala Disdik Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari, Rabu, mengatakan penambahan anggaran diperlukan karena alokasi awal Rp9 miliar tidak mencukupi belanja kebutuhan seragam sekolah dan beasiswa prestasi.
“Makanya kami usulkan penambahan anggaran Rp4 miliar karena alokasi awal Rp9 miliar itu tidak cukup untuk menjawab kebutuhan,” ujar Barnabas.
Dia menjelaskan bahwa usulan penambahan anggaran Program Papua Cerdas telah dikoordinasikan dengan Gubernur Dominggus Mandacan yang kemudian diakomodasi melalui rancangan perubahan APBD 2026.
Penambahan anggaran terutama dipengaruhi peningkatan jumlah siswa orang asli Papua (OAP) untuk memperoleh bantuan seragam SMA dan SMK serta calon penerima beasiswa prestasi tahun 2026 di seluruh Papua Barat.
“Siswa SMA dan SMK OAP tahun ini kurang lebih sebanyak 9.000 orang, tentu akan memengaruhi jumlah penyaluran bantuan seragam dan beasiswa prestasi,” ucap Barnabas.
Menurut dia, penyaluran beasiswa prestasi jenjang SMA dan SMK tetap menggunakan skema seperti tahun sebelumnya yaitu pemberian insentif dengan klasifikasi juara kelas perorangan, serta juara kelompok saat mengikuti perlombaan.
Besaran penghargaan siswa berprestasi sekitar Rp2,6 juta per orang agar dapat meningkatkan capaian akademik maupun nonakademik, sekaligus memberikan stimulus bagi siswa lainnya untuk memperbaiki prestasi belajar.
“Ranking di kelas untuk siswa OAP juga kami berikan penghargaan agar menjadi pemacu bagi adik-adik lainnya untuk belajar dan berprestasi,” kata Barnabas.
Siswa SMA/SMK yang sudah terdata, kata dia, mendapat bantuan dari pemerintah provinsi senilai Rp3 juta untuk pembelian dua jenis seragam yaitu seragam putih abu-abu, dan pramuka masing-masing satu pasang.
Bantuan seragam merupakan wujud komitmen pemerintah provinsi menciptakan kesetaraan bagi seluruh generasi muda OAP di Papua Barat dalam memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani dengan keterbatasan biaya.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.