Aimas (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyebut Real Estate Indonesia (REI) Papua Barat Daya (PBD) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor perumahan dan permukiman di daerah tersebut.
"Papua Barat Daya sebagai provinsi baru punya tantangan sekaligus peluang besar. Kita butuh pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Elisa saat meresmikan Sekretariat DPD REI Papua Barat Daya di Jalan Mariat Pantai SP2, Kabupaten Sorong, Kamis.
Menurut Elisa, peresmian sekretariat REI bukan sekadar penambahan fasilitas organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran REI dalam mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.
Ia mengatakan sektor perumahan dan permukiman memiliki posisi strategis karena rumah bukan hanya bangunan fisik, melainkan tempat keluarga membangun kehidupan dan masa depan.
Karena itu, pembangunan perumahan di Papua Barat Daya harus memperhatikan aspek kelayakan, keterjangkauan, kesehatan, keamanan, serta menyesuaikan dengan karakter masyarakat setempat.
"Pembangunan perumahan harus layak, terjangkau, sehat, aman, dan sesuai karakter masyarakat Papua Barat Daya. Ini tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri, butuh kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, pengembang, dan semua pemangku kepentingan," ujarnya.
Elisa berharap REI dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus wadah bagi para pengembang untuk menjalankan usaha secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua DPD REI Papua Barat Daya Edy Filemon mengatakan sekretariat tersebut akan menjadi pusat dukungan administrasi, kesekretariatan, dan logistik organisasi serta terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait perumahan.
"Saat ini REI Papua Barat Daya menaungi 21 pengembang yang aktif membangun di wilayah ini," kata Edy.
Ia menjelaskan REI Papua Barat Daya pada 2026 ditargetkan membangun 1.000 unit rumah subsidi. Hingga Oktober, realisasi pembangunan telah mencapai sekitar 700 unit yang tersebar di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Sementara itu, REI Papua Barat Daya juga menargetkan pembangunan 2.000 unit rumah subsidi pada 2027.
"Kami optimistis bisa mencapai target tersebut, hanya membutuhkan dukungan pemerintah daerah terutama dalam hal perizinan dan pembebasan lahan," ujarnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.