Manokwari (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara Regional Papua Barat (Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya) hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,367 triliun atau tumbuh 28,2 persen.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat Moch Abdul Kobir di Manokwari, Kamis, mengatakan penerimaan negara mengalami pertumbuhan 28,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp1,066 triliun.

“Realisasi tersebut setara dengan 57,6 persen dari target pendapatan untuk Regional Papua Barat tahun 2026 sebanyak Rp2,374 triliun,” ujar Kobir.

Dia menjelaskan bahwa realisasi pendapatan negara didominasi penerimaan sektor perpajakan sebanyak Rp966,6 miliar yang terdiri dari komponen pajak dalam negeri Rp965,2 miliar dan pajak perdagangan internasional Rp1,4 miliar.

Penerimaan perpajakan masih menjadi sumber utama pendapatan negara di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan kontribusi sekitar 70,7 persen terhadap keseluruhan penerimaan hingga Agustus 2026.

“Penerimaan perpajakan tumbuh 22,6 persen secara tahunan,” ucap Kobir.

Dia merinci penerimaan pajak berasal dari komponen pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM) Rp478,63 miliar, disusul pajak penghasilan nonminyak dan gas (PPh nonmigas) Rp441,45 miliar.

Kemudian, pajak lainnya terealisasi hingga Agustus 2026 sebanyak Rp29,11 miliar, jenis pajak bumi dan bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) terealisasi sebanyak Rp15,45 miliar.

“Realisasi PPh nonmigas 93,06 persen dari target. PBB dan BPHTB 81,71 persen dari target, PPN dan PPNBM terealisasi 64,72 persen, dan pajak lainnya 3,88 persen dari target,” kata Kobir.

Selain itu, kata dia, pendapatan negara juga disumbang oleh penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan realisasi Rp400,8 miliar yang terdiri atas komponen PNBP lainnya Rp327,4 miliar dan PNBP badan layanan umum Rp73,4 miliar.

Realisasi PNBP telah mencapai 102,5 persen dari target tahunan sebanyak Rp391 miliar, dan memberikan kontribusi terhadap total pendapatan negara Regional Papua Barat hingga periode Agustus 2026 sekitar 29,31 persen.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026