Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Daya mencatat 1.409 penerbangan terjadi di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) pada Januari 2026, turun 6,56 persen dibanding Desember 2025 yang mencapai 1.508 penerbangan.
Kepala BPS Papua Barat Merry di Sorong, Selasa, mengatakan secara umum, penurunan aktivitas penerbangan pada awal tahun kerap dipengaruhi berakhirnya periode libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendorong lonjakan mobilitas penumpang dan distribusi logistik pada bulan sebelumnya.
"Aktivitas penerbangan di Papua Barat Daya selama ini terpusat di sejumlah bandara utama, antara lain Bandara Domine Eduard Osok Sorong yang menjadi pintu gerbang utama mobilitas orang dan barang di wilayah tersebut, serta bandara perintis yang melayani konektivitas antarkabupaten," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang. Sepanjang Januari 2026, tercatat 109.328 penumpang menggunakan transportasi udara, berkurang 9,09 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 120.256 penumpang.
Selain itu, total volume barang yang diangkut melalui jalur udara pada Januari 2026 mencapai 1.746,51 ton.
"Angka tersebut turun 13,87 persen dibandingkan Desember 2025 sebesar 2.027,82 ton," katanya.
Menurut dia, transportasi udara memiliki peran vital di Papua Barat Daya mengingat kondisi geografis yang didominasi wilayah kepulauan dan pegunungan, sehingga akses darat dan laut di sejumlah daerah masih terbatas.
"Penurunan jumlah penerbangan dan volume kargo pada awal tahun diperkirakan bersifat musiman dan berpotensi kembali meningkat seiring normalisasi aktivitas pemerintahan, bisnis, dan pendidikan pada bulan-bulan berikutnya," ujar dia.
Ia berharap pemerintah daerah bersama otoritas terkait harus terus mendorong peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi udara guna mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026