Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire mengoptimalkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui penggunaan aplikasi Fasih (Flexible Authentically Survey in Harmony) guna meningkatkan akurasi dan kecepatan pendataan.
Kepala BPS Nabire Dio Ginting, di Nabire, Senin, mengatakan pihaknya bersama Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Kabupaten Nabire memberikan pembekalan kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menggunakan aplikasi Fasih.
“Pendamping PKH akan melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan data penerima manfaat sesuai kondisi riil,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembekalan tersebut dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan pemutakhiran DTSEN tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 untuk memverifikasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi Fasih menggantikan aplikasi sebelumnya, yakni SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang selama ini digunakan dalam pendataan kesejahteraan sosial.
Dengan sistem baru tersebut, data yang dikumpulkan pendamping PKH dapat langsung terintegrasi ke sistem BPS, sehingga proses pengolahan dan penentuan desil dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Melalui Fasih, alur data menjadi lebih singkat karena tidak perlu lagi melalui tahapan pengiriman ke Kemensos sebelum diproses oleh BPS,” katanya.
Menurut dia, pemutakhiran DTSEN menjadi langkah penting untuk memastikan data warga tidak mampu selalu diperbarui, terutama setelah adanya penyesuaian data penerima bantuan sosial sebelumnya.
Ia menambahkan, pembekalan aplikasi Fasih kali ini diikuti oleh 24 orang pendamping PKH di Kabupaten Nabire dan enam orang di Kabupaten Dogiyai.
Penggunaan aplikasi Fasih diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan akurasi pemutakhiran data penerima PBI, terutama setelah adanya penonaktifan sejumlah penerima bantuan oleh Kementerian Sosial pada Februari 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur kepada petugas saat pendataan dilakukan.
“Petugas akan mendokumentasikan kondisi rumah, sehingga diharapkan masyarakat dapat menerima dan memberikan data yang sesuai agar hasilnya akurat,” ujarnya.
BPS berharap melalui optimalisasi pemutakhiran DTSEN ini, program bantuan sosial pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026