Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah menyelaraskan sebanyak 387 program pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun anggaran 2027 guna memastikan program lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

Ketua panitia Musrenbang Luis M Inggesi di Nabire, Rabu, mengatakan musrenbang bertujuan menyelaraskan usulan program perangkat daerah dengan aspirasi masyarakat dari tingkat kampung, kelurahan, hingga distrik serta pokok pikiran DPRK.

"Terdapat 387 usulan program dan 1.117 kegiatan dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp1,55 triliun," ujarnya.

Ia merinci usulan tersebut terdiri dari bidang prasarana dan sarana sebanyak 91 program dengan anggaran Rp138,8 miliar, bidang perekonomian 140 program senilai Rp334,8 miliar, serta bidang sosial budaya 156 program dengan anggaran Rp1,07 triliun.

Luis mengatakan usulan tersebut juga telah dipilah untuk mendukung program prioritas, termasuk misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif melalui pendanaan otsus dan dana transfer lainnya.

Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan musrenbang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

"Forum ini menjadi wadah menyelaraskan program pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Pawennari mengatakan pembangunan Nabire pada 2027 difokuskan pada percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan ekonomi lokal.

Sementara itu, Sekretaris Bapperida Papua Tengah Jemmy Gerson Adii menilai Nabire memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.

Dengan kondisi seperti itu, katanya, perencanaan pembangunan ke depan harus lebih fokus, tematik, dan berbasis pada permasalahan utama daerah, bukan sekadar banyaknya program.

"Setiap program harus memiliki indikator kinerja yang jelas, target terukur, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan pendekatan perencanaan juga harus diarahkan pada kualitas prioritas agar pembangunan di Nabire mampu memberikan efek pengungkit bagi wilayah sekitarnya.
 

Pewarta: Ali Nur Ichsan

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026