Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Mimika, Papua Tengah, menyelidiki kebenaran informasi tentang penghentian pelayanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah-sekolah.

Ketua Satgas MBG Mimika Emanuel Kemong di Timika, Senin, mengatakan dirinya belum mendapatkan laporan tentang penghentian layanan MBG oleh SPPG di beberapa sekolah di Mimika.

"Saya mendapatkan informasi layanan MBG berhenti juga dari media. Hari ini saya rapat dengan tim untuk membahas hal itu guna mengantisipasi agar tidak merembet ke yang lain," ujarnya.

Tim juga akan segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut untuk mengetahui alasan penghentian pelayanan tersebut.

"Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum kami turun dan melihat langsung. Kami akan melihat hal-hal apa saja yang menyebabkan SPPG itu berhenti beroperasi," ujarnya.

Emanuel yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika, menyebutkan secara keseluruhan jumlah SPPG yang ada di Kabupaten Mimika sebanyak 18 unit yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Timika.

"Dalam minggu ini kami akan melakukan evaluasi semua SPPG yang ada di Mimika. Kami juga belum mengetahui dari jumlah tersebut penyebarannya di wilayah mana saja," kata Emanuel.

Pelayanan MBG di Mimika baru dilaksanakan di Kota Timika, sementara untuk wilayah pesisir dan pegunungan Mimika belum dilaksanakan.

Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program MBG di Mimika yang  telah diluncurkan pada Juli 2025.
​​​​​​​

Pewarta: Marselinus Nara

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026