Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA menyebut lokakarya pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang dilaksanakan oleh Keuskupan Timika menjadi momentum memperkuat sinergitas membangun dan menata pendidikan di tanah Mimika, Papua Tengah.
Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr Bernardus Bofitwos Baru OSA di Timika, Kamis, mengajak Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), para pastor, guru dan masyarakat bersama memajukan pendidikan di Mimika.
“Bersama bersinergi untuk mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan bagi generasi kita,” kata Uskup Baru.
Ia mengatakan masalah pendidikan yang dihadapi telah diidentifikasikan bersama dalam lokakarya pendidikan dan langkah-langkah strategis pun telah di bahas bersama demi membangun kemajuan pendidikan Mimika ke depan.
Uskup Baru mengatakan lokakarya ini juga telah melahirkan inspirasi, gagasan dana ide-ide untuk berkolaborasi membangun jaringan serta saling membantu dan mendukung untuk pengembangan pembangunan pendidikan di Mimika secara khusus dan wilayah Papua secara umum.
“Sehingga anak-anak kita, mereka adalah masa depan bagi gereja, bagi wilayah, bangsa dan negara,”kata Uskup Baru.
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan Pemkab Mimika berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan Keuskupan Timika dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun pendidikan di tanah Mimika.
Ia menyebut apa yang telah dibahas dalam lokakarya harus menjadi gerakan nyata dalam membangun pendidikan di Mimika dan juga di tanah Papua.
“Mari kita siapkan generasi muda Mimika tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara iman,teguh dalam integritas dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana,” kata Emanuel.
Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan selama 14 -16 April 2026 diikuti oleh pastor paroki di Keuskupan Timika, Pengurus YPPK Tillemans se Tanah Papua, pimpinan tareket religius serta lembaga-lembaga mitra.
Lokakarya pendidikan ini juga mendapat dukungan dari Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026