Pemerintah Provinsi Papua Tengah memprogramkan pelatihan bagi mama-mama Papua di kampung agar mereka mampu mengelola pangan lokal guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Papua Tengah Agustinus Bagau di Nabire, Kamis, mengatakan program pelatihan tersebut menjadi prioritas Gubernur Papua Tengah.

“Kami dipercaya sebagai OPD melatih mama Papua agar mampu mengolah makanan lokal di wilayah masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan pelatihan tersebut dipersiapkan untuk mendukung operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut dia, mama Papua dilatih mengolah bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, dan umbi-umbian sebagai alternatif sumber gizi, sehingga tidak bergantung pada beras atau pasokan dari luar daerah.

Selain mendukung pemenuhan gizi, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di kampung. Dengan begitu mama Papua bisa produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ketika dapur SPPG dibangun, mama-mama yang sudah dilatih ini bisa langsung bekerja sebagai penyedia makanan bergizi bagi anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah memetakan lokasi pembangunan dapur SPPG 3T di delapan kabupaten di Papua Tengah, sehingga pelatihan dapat dilakukan tepat sasaran di sekitar titik dapur.

Ke depan, program ini juga akan dikembangkan dengan mendorong masyarakat menanam dan mengelola bahan pangan lokal secara berkelanjutan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire Marsel Asyerem mengapresiasi langkah Pemprov Papua Tengah yang dinilai cepat dalam menyelaraskan program pusat dengan kebutuhan daerah.

“Ini langkah terobosan yang sangat baik, karena tenaga dapur memang harus melalui pelatihan agar bekerja sesuai standar operasional,” ujarnya.

Ia menyebut, khusus wilayah Nabire dibutuhkan sekitar 50 titik dapur SPPG di daerah 3T, sehingga pemberdayaan perempuan menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan program MBG.

Menurut Marsel, keterlibatan mama Papua juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.

“Selain itu, penerima manfaat program ini adalah anak-anak mereka sendiri, sehingga partisipasi masyarakat menjadi lebih kuat,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan BGN dapat terus diperkuat agar program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak di Papua Tengah.

 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Papua Tengah latih mama Papua kelola pangan lokal untuk MBG

Pewarta: Ali Nur Ichsan

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026