Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Papua Tengah menyalurkan bantuan bahan makanan dan peralatan lainnya untuk masyarakat Kampung Banti, Distrik Tembagapura yang terdampak longsor akibat hujan deras.
Kepala BPBD Mimika Agustina Rahaded di Timika, Rabu, mengatakan tim BPBD Mimika telah diterjunkan ke lokasi bencana guna mengecek kondisi warga Banti yang terdampak bencana.
"Sesuai instruksi Bapak Bupati Mimika, kemarin kami sudah mengirim staf ke Tembagapura dengan membawa sejumlah perlengkapan, termasuk sekitar 20 lembar terpal. Bersama Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan, kami juga telah menyalurkan bantuan bahan makanan untuk warga di Kampung Banti," kata dia.
Ia mengatakan akses jalan menuju Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak sempat terputus akibat longsor, sehingga warga kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang biasanya dibeli di Tembagapura.
Selain bahan makanan, BPBD Mimika juga menyiapkan bantuan perlengkapan untuk kebutuhan bayi.
BPBD Mimika memastikan akan kembali menyalurkan bantuan jika masyarakat masih membutuhkan.
Namun, distribusi bantuan akan menunggu laporan resmi dari kepala distrik setempat mengenai kondisi terkini di lapangan.
Dalam penanganan bencana di wilayah Tembagapura, Pemkab Mimika juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Freeport Indonesia untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Kepala Distrik Tembagapura Dev Tatiratu yang dihubungi dari Timika, Rabu petang, mengatakan akses jalan yang terputus antara Kampung Kimbeli dan Kampung Banti sudah diperbaiki dan kini sudah dapat dilalui kendaraan.
"Akses jalan sudah diperbaiki sehingga kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat sudah bisa melintas," ujarnya.
Menurut dia, PTFI mengerahkan karyawan dan sejumlah peralatan untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Sesuai rencana, akses jalan tersebut akan dilapisi material kasar untuk memperkuat struktur jalan.
"Targetnya sampai hari Sabtu nanti sudah bisa normal kembali," kata dia.
Ia mengakui dukungan PTFI untuk memperbaiki akses jalan yang rusak tersebut sudah optimal.
"Sejak peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (25/4) malam, esok paginya PT Freeport langsung menerjunkan alat-alat beratnya untuk melakukan perbaikan. Dan hal itu berjalan sampai dengan hari ini. Atas nama pemerintah daerah dan Distrik Tembagpura, kami mengapresiasi hal itu," kata Dev Tatiratu.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026