Majelis Rakyat Papua (MRP) mengimbau seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih untuk tidak terprovokasi isu-isu yang didorong oleh kelompok tertentu untuk melaksanakan aksi demo pada 1 Mei 2026.

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) Max Ohee di Jayapura, Kamis, mengatakan 1 Mei merupakan hari kembalinya Irian Barat (Papua) ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kemajuan pembangunan di Papua saat ini merupakan bukti dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat di Bumi Cenderawasih tersebut," katanya.

Menurut Max, pihaknya tidak dapat membayangkan jika Papua tidak menjadi bagian dari NKRI, apakah saat ini masyarakat bisa hidup normal atau tidak.

"Kami berharap dari momentum hari integrasi yang diperingati masyarakat Papua setiap 1 Mei, pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang diambil," ujarnya.

Dia menjelaskan pemerintah daerah harus fokus untuk memperhatikan masyarakat melalui kebijakan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pemuda di daerah ini agar mampu menjadi pilar penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya berharap supaya setiap persoalan dapat diselesaikan melalui ruang dialog yang konstruktif.
 

Pewarta: Ardiles Leloltery

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026