Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan menargetkan pembangunan sekitar 5.000 hektare sawah baru pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan pangan di wilayah Papua Barat Daya.

Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak di Sorong, Selasa, mengatakan program cetak sawah yang telah dimulai pada 2025 mencakup kurang lebih 4.800 hektare. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian pekerjaan belum dapat diselesaikan oleh pihak penyedia.

“Dari total sekitar 4.800 hektare yang dibangun pada 2025, baru kurang lebih 2.000 hektare yang berhasil diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan seluas 2.000 hektare tersebut direncanakan mulai ditanami dalam waktu dekat, khususnya pada bulan ini, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk produksi pertanian.

Menurut Petronela, Pemkab Sorong Selatan akan terus melanjutkan penyelesaian sisa lahan yang belum rampung, sekaligus menambah luasan sawah baru pada tahun berikutnya.

“Untuk 2026, kami targetkan sekitar 5.000 hektare sawah baru akan dibangun. Sementara sisa dari program sebelumnya akan kami tuntaskan secara bertahap,” katanya.

Ia optimistis program tersebut berjalan sesuai rencana, sehingga dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan Sorong Selatan dapat berkembang menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Papua Barat Daya.

“Harapannya, ke depan kita tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Bahkan, Sorong Selatan bisa menjadi pemasok pangan bagi wilayah lain di Papua Barat Daya,” ucapnya.

Dia mengatakan, upaya ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki pelaksanaan program nasional, termasuk memastikan penyedia pekerjaan dapat menyelesaikan proyek sesuai target yang telah ditetapkan.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026