Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah John NR Gobai mendorong pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika.

John NR Gobai di Timika, Selasa, mengatakan rencana pembangunan kampung nelayan sudah diusulkan jauh sebelumnya namun tidak terealisasi, sehingga dengan adanya Program Presiden, Kampung Nelayan Merah Putih dapat terwujud.

“Kampung nelayan ini merupakan konsep yang sangat baik yang harus didukung oleh pemerintah Papua Tengah dan Pemkab Mimika tetapi juga masyarakat,” ujarnya usai menggelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama warga di Timika.

Ia menjelaskan wilayah Kampung Pomako memiliki potensi yang besar di sektor perikanan sehingga sangat tepat untuk dikembangkan menjadi kampung nelayan.

Kampung nelayan yang dibentuk bukan hanya sekedar pemukiman namun menjadi pusat ekonomi baru yang mendorong dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Mimika.

“Kenapa harus di Pomoko karena akses pasar dekat ke Kota Timika sehingga hasil-hasil perikanan masyarakat dapat dipasok dengan cepat ke kota dan juga Perusahaan, sehingga potensi perikanan yang besar ini memberikan kesejahteraan masyarakat,” kata John.

Ia menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi saat membangun kampung nelayan, di antaranya pembangunan fasilitas sanitasi pengelolaan hasil laut yang memiliki standar kualitas tinggi guna memastikan produk nelayan aman di konsumsi.

Selain itu fasilitas pendukung lainnya harus dibenahi adalah pabrik es batu, Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan sistem distribusi hasil tangkap yang menguntungkan bagi nelayan di wilayah itu.

Ia mengatakan kampung nelayan ini tidak hanya di tangani oleh Dinas Kelautan dan Perikanan namun juga di dukung oleh dinas-dinas yang lain di antaranya Dinas Koperasi.

“Tadi rapat dengar pendapat mereka juga kami undang sehingga diharapkan ketika terbentuk maka pengelolaannya dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ketika kampung nelayan ini sudah terbentuk kapal-kapal nelayan yang selama ini melakukan bongkar muat ikan di tengah laut Mimika ke depan harus mempunyai kewajiban menurunkan muatan ikan sekian persen di Kampung nelayan yang ada di Pelabuhan Perikanan di Pomako.

“Paling penting adalah potensi hasil laut Mimika yang besar ini harus memberikan dampak nyata untuk kesejahteraan masyarakat Mimika,” ujarnya.

Ia menegaskan konsep kampung nelayan ini sangat cocok dikembangkan untuk wilayah Pomako dan wilayah pesisir lainnya dimana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Dalam rapat dengar pendapat juga menghadirkan masyarakat yang tinggal di Kampung Pomoko dan sekitarnya sehingga dapat memberikan pencerahan yang baik terkait program ini.

“Tadi kami juga siapkan video kampung nelayannya agar masyarakat dapat memahami secara baik dan kita semua merasa bahwa ini kebutuhan,” ujarnya.

 

Pewarta: Marselinus Nara

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026